nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penjualan Uniqlo Meroket, Kekayaan CEO-nya Naik Rp39,5 Triliun

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Senin 21 Oktober 2019 15:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 21 320 2119731 penjualan-uniqlo-meroket-kekayaan-ceo-nya-naik-rp39-5-triliun-xaWSH65i7A.jpeg Kurs dolar AS (Foto: Ilustrasi Okezone)

JAKARTA - Kekayaan Pendiri dan Presiden Uniqlo Tadashi Yanai naik USD2,8 miliar atau sekira Rp39,5 triliun dalam kurun waktu satu minggu. Hal ini diakibatkan dari hasil penjualan perusahaan ritel pakaiannya Uniqlo, serta perusahaan induk Fast Retailing.

Melansir Forbes, Jakarta, Senin (21/10/2019), konglomerat yang terdaftar di Tokyo itu membukukan rekor laba tahunan untuk tahun ketiga berturut-turut. Kenaikan 9,1% dari tahun ke tahun itu didorong oleh penjualan yang kuat dari Uniqlo.

Baca Juga: 5 Endorser Termahal di Medsos, Ternyata Nilainya Triliunan

Keuntungan USD2,4 miliar yang sejalan dengan ekspektasi pasar, mendorong harga saham sebesar 2,6% dalam satu hari dan 8% lainnya dalam seminggu terakhir yang berakhir pada 17 Oktober. Yanai, yang memiliki 44% saham di Fast Retailing, kini memiliki kekayaan yang bernilai USD31,6 miliar atau sekira Rp446 triliun. Angka ini bahkan lebih tinggi USD2,8 miliar hanya sejak seminggu yang lalu.

Yanai merupakan orang terkaya ke-27 di dunia, naik dari peringkat ke-41 dalam daftar Forbes Billionaires yang diterbitkan pada bulan Maret. Dia berada di depan Michael Dell dan Fran├žois Pinault, yang masing-masing kekayaannya bernilai USD30,9 miliar atau sekira Rp436 triliun.

Baca Juga: 5 Endorser Termahal di Medsos, Ternyata Nilainya Triliunan

Yanai meraih kembali gelar orang terkaya Jepang dari Masayoshi Son pada bulan April. Son merupakan pendiri perusahaan telekomunikasi dan investasi SoftBank, dengan kekayaan bernilai USD19,1 miliar. Kekayaan bersihnya turun USD5 miliar sejak Maret, sebagian karena investasi Softbank yang bermasalah di WeWork.

Perusahaan Uniqlo sendiri telah melaporkan pendapatannya sebesar USD21,3 miliar atau sekira Rp300 triliun. Hal itu menjadikannya pengecer pakaian terbesar ketiga di dunia mengejar H&M raksasa Swedia, yang mencapai USD23,1 miliar atau sekira Rp326 triliun dalam penjualan untuk tahun fiskal yang berakhir November 2018.

uniqlo

Meskipun penjualan lebih rendah untuk Fast Retailing, kekayaan bersih Yanai melampaui pimpinan H&M Stefan Persson yang bernilai USD19 miliar. H&M dan Fast Retailing keduanya tertinggal dari Inditex, pengecer pakaian terbesar di dunia dengan penjualan USD29,6 miliar dimana pendirinya, Amancio Ortega, memiliki kekayaan senilai USD70,4 miliar atau sekira Rp993 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini