nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sederet Wajah Lama yang Kembali Jadi Menteri Jokowi

Fakhri Rezy, Jurnalis · Selasa 22 Oktober 2019 22:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 22 320 2120441 sederet-wajah-lama-yang-kembali-jadi-menteri-jokowi-JcaKlzhNsM.jpg Jokowi (Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo telah memanggil calon menteri di Kabinet Kerja II. Ternyata, dirinya masih membutuhkan wajah-wajah lama di bidang Ekonomi.

Sebut saja Sri Mulyani. Presiden Jokowi masih mempercayai Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan.

"Saya diminta pak Presiden Jokowi untuk menjadi Menteri Keuangan lagi," ujar Sri Mulyani.

 Baca juga: Luhut: Saya Diminta Presiden Efisiensikan Pertamina

Selain Sri Mulyani, Airlangga Hartarto pun kembali dipanggil untuk kembali menjadi menteri. Dirinya memastikan akan kembali mendapat kursi menteri di jajaran Kabinet Kerja Jilid II Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Akan tetapi, dirinya masih belum memberitahukan posisinya saat ini. "Insya Allah nanti diumumkan hari Rabu besok," ujar Airlangga.

Baca juga: Prabowo Jadi Menhan, Luhut: Saya Rasa Sangat Tepat

Selain dua orang tersebut, terdapat Basuki Hadimuljono yang juga dipanggil pada hari ini 22 Oktober 2019 pada pukul 11.18 WIB. Menteri PUPR di Kabinet Kerja Jilid I ini membahas infrastruktur di Indonesia.

Sri Mulyani

"Saya tadi dipanggil Pak Presiden dua hal yang beliau sampaikan kepada saya. Pertama sampaikan Pak Basuki lanjutkan pembangunan infrastruktur seperti yang disampaikan visi kedua beliau dalam lima tahun ke depan yaitu mengupayakan untuk memanfaatkan infrastruktur yang sudah dibangun agar bisa dirasakan oleh masyarakat dan bisa berdampak ekonomi,” ujarnya.

Baca juga: Bahas Pendidikan, Bambang Brodjonegoro Dapat Tugas Baru Jadi Menristekdikti?

Selain membicarakan pembangunan infrastruktur, Jokowi juga menanyakan kepada Basuki mengenai progres pemindahan ibu kota. Dalam pertemuan tersebut, Basuki menyampaikan saat ini pihaknya sudah melakukan sayembara pemindahan ibu kota.

Selain ketiga menteri tersebut, di sore hari secara bersamaan Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, Mentari PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Ketiga menteri tersebut merupakan menteri Jokowi di Kabinet Kerja I.

Baca juga: Perubahan Nomenklatur: Kemenko Maritim dan Investasi, BKPM Diawasi Luhut

Budi Karya mengatakan Presiden Jokowi meminta dirinya untuk tetap menjadi Menteri Perhubungan. Hal ini sejalan dengan pemikiran kepala negara di mana untuk memperbaiki konektivitas yang baik.

"Jadi saya ditugaskan untuk melanjutkan tugas saya menjadi Menteri Perhubungan," ujarnya.

Sementara itu, Sofyan Djalil diminta kembali menjadi Menteri ATR/BPN. Hal ini dikarenakan tugasnya masih banyak yang belum diselesaikan di kabinet Kerja I.

"Seperti masalah agraria dan terkait tanah yang berkeadilan. Maka itu saya ditunjuk kembali untuk menjadi Menteri ATR," ujar dia.

Sementara itu, posisi Bambang Brodjonegoro dimungkinkan akan menjadi Menristekdikti. Hal ini dikarenakan Presiden Jokowi meminta dirinya, untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berdaya saing. Seperti adanya inovasi pada SDM.

"Tadi beliau (Presiden Jokowi) ingin saya untuk memberikan peningkatan pada pendidikan, riset dan inovasi untuk SDM yang Inovatif. Dan ini penugasan baru bagi saya," ujar dia.

Sedangkan di akhir-akhir tadi, Luhut Pandjaitan juga mendatangi istana usai ketiga tokoh tersebut. Dirinya akan tetap menjadi Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi.

"Beliau (Presiden Jokowi) memberikan arahan-arahan untuk penyelesain investasi, petrokimia, B20 dan B30," ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini