Penyaluran kredit BNI itu ditopang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 5,9% menjadi Rp581 triliun. Rasio dana murah (CASA) yang mencapai 64,3% dari total DPK, utamanya disumbang pertumbuhan giro sebesar 13% dan tabungan sebesar 7,5%.
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (non perfoarming loan/NPL) BNI tercatat 1,8%, membaik dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar 2%. Credit cost juga menunjukkan perbaikan dengan turun dari 1,4% pada kuartal III-2018 menjadi 1,3% pada kuartal III-2019, sementara coverage ratio terus meningkat dari 152% di menjadi 159% pada kuartal III-2019.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.