nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Dibuka Mixed di Tengah Kenaikan Saham Boeing

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 23 Oktober 2019 21:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 23 278 2120950 wall-street-dibuka-mixed-di-tengah-kenaikan-saham-boeing-lJoeGngdvO.jpg Ilustrasi Wall Street. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street dibuka bergerak dua arah (mixed) pada perdagangan Rabu waktu setempat. Saham Boeing naik setelah perusahaan pembuat pesawat tersebut menegaskan timeline untuk 737 MAX kembali berfungsi.

Baca Juga: Wall Street Tergelincir Imbas Ketidakpastian Brexit

Hanya saja, pergerakan saham mendapat respons negatif usai saham Caterpillar dan Texas Instruments mengalami kerugian pada bel perdagangan.

Dow Jones Industrial Average naik 47,14 poin atau 0,18%, pada pembukaan menjadi 26.835,24. S&P 500 dibuka lebih rendah sebesar 1,98 poin, atau 0,07%, pada 2.994,01. Nasdaq Composite turun 14,06 poin, atau 0,17%, menjadi 8.090,24 pada bel pembukaan.

wall street

Melemahnya saham Caterpillar dan Texas Instruments membuat investor gelisah atas dampak dari perang perdagangan AS-China. Texas Instruments turun 8%, setelah ketegangan perdagangan berdampak pada perkiraan pendapatan proksi industri chip saat ini.

Baca Juga: Negosiasi Dagang Berlanjut, Bursa Saham AS Menguat

Sementara Caterpillar Inc turun setelah perusahaan memangkas perkiraan laba tahunan karena melambatnya permintaan Tiongkok. Texas Instruments membebani pembuat chip lainnya, dengan Intel Corp, Analog Devices Inc dan Nvidia Corp turun antara 1% dan 2%.

Investor sekarang menunggu hasil dari perusahaan teknologi besar, yang merupakan petak terbesar dari pasar saham AS. Demikian dikutip dari Reuters, Rabu (23/10/2019).

Meski demikian, Wall Street berhasil terangkat oleh saha Boeing Co yang naik 1,3%. Pembuat pesawat terbesar di dunia itu tidak melaporkan tuduhan baru terkait dengan pesawat jet 737 MAX-nya, meskipun laba kuartalan lebih dari separuh dari tahun sebelumnya.

Musim pendapatan sebagian besar telah optimis, dengan lebih dari 80 dari 100 perusahaan melampaui estimasi analis untuk keuntungan, menurut data Refinitiv. Tetapi analis masih memproyeksikan kontraksi pendapatan pertama sejak 2016.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini