nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jadi Menko Perekonomian, Jokowi Minta Airlangga Buat Terobosan Tangani Defisit

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 23 Oktober 2019 09:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 23 320 2120535 jadi-menko-perekonomian-jokowi-minta-airlangga-buat-terobosan-tangani-defisit-3EbBYKpZWe.jpg Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjukk Airlangga Hartarto menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam periode kedua pemerintahannya di kabinet bernama Indonesia Maju. Jokowi menyatakan, diharapkan Airlangga bisa memberikan terobosan kebijakan yang mendorong perekonomian.

"Kami ingin ada terobosan-terobosan yang disinergikan antar kementerian," ungkap Jokowi saat memperkenalkan Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Usai Dilantik, Jokowi-Maruf Amin Beri Keterangan Pers

Dia mengatakan, Airlangga harus mampu menangani persoalan defisit perdagangan dan transaksi berjalan yang selama ini menjadi permasalahan bagi Indonesia. Dia ingin adanya peningkatan kinerja dalam sektor perdagangan.

"Sehingga diinginkan adanya peluang kinerja semakin meningkat untuk menurunkan defisit perdagangan dan defisit transaksi berjalan," katanya.

Di sisi lain, Jokowi juga ingin Airlangga mampu menciptakan industrialisasi yang berorientasikan ekspor. "Juga pengembangan industri yang bersifat subtitusi impor," ungkapnya.

Baca Juga: Dipanggil ke Istana, Budi Karya Tercatat Punya Utang Cuma Rp1

Sekedar diketahui, Airlangga sebelumnya menjabat sebagai Menteri Perindustrian pada periode pertama pemerintahan Jokowi yakni dalam Kabinet Kerja.

Dia kemudian dipanggil Jokowi ke Istana Kepresidenan pada hari Senin (21/10/2019) untuk bertemu membahas kembali dirinya masuk dalam jajaran pemerintahan Jokowi di periode kedua.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto Buka New Zealand Tech Day 2018

Pada saat itu, Airlangga menyatakan, dirinya diminta Jokowi untuk mencari produk yang bisa menyelesaikan persoalan neraca perdagangan. Tentu dari berbagai produk yang bisa menurunkan impor non migas.

"Salah satunya, seperti terkait dengan substitusi impor. Bagaimana meningkatkan efisiensi dan peningkatan produksi dan implementasi biofuel dan juga bagaimana mengembangkan kawasan yang bisa menggenjot sektor tesktil dan yang lain," jelasnya.

Baca Juga: Susunan Menteri Kabinet Indonesia Maju Bidang Ekonomi

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini