nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 5%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 24 Oktober 2019 14:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 24 20 2121203 bi-turunkan-suku-bunga-acuan-jadi-5-ITnKVVMbEG.jpeg Bank Indonesia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 23-24 Oktober 2019 memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis points (bps). Dengan demikian, suku bunga acuan BI menjadi berada di level 5% dari level 5,25%.

Ini sekaligus menjadi bulan keempat Bank Sentral melonggarkan kebijakan moneternya, setelah sepanjang paruh pertama tahun 2019 memutuskan menahan suku bunga acuan. BI secara berturut menurunkan suku bunga di Juli, Agustus, September dan Oktober masing-masing sebesar 25 bps.

Baca Juga: BI Rate Diharap Turun, Ini Manfaatnya!

Adapun kini suku bunga Deposit Facility (DF) turun 25 bps menjadi di level 4,25% dan Lending Facility (LF) pada level 5,50%.

"Dengan mempertimbangkan ekonomi global maupun domestik, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 23-24 Oktober 2019 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50%," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

bank indonesia

Dia menyatakan, BI akan terus mencermati kondisi pasar keuangan global dan stabilitas eksternal perekonomian Indonesia dalam mempertimbangkan penurunan suku bunga kebijakan. Penurunan ini, menurutnya, sejalan dengan rendahnya perkiraan inflasi dan tetap menariknya imbal hasil investasi keuangan domestik.

"Serta sebagai langkah pre emptive lanjutan untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi domestik ke depan di tengah perlambatan ekonomi global,"kata dia.

Sebelumnya, langkah Bank Sentral menurunkan suku bunga acuan ini sudah terprediksi. Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyatakan, BI memang memiliki ruang penurunan suku bunga acuan sebesar 25 bps, lantaran terjaganya stabilitas perekonomian domestik yang tercermin dari perkembangan laju inflasi terkendali serta stabilitas nilai tukar Rupiah.

bank indonesia

Laju inflasi cenderung stabil di masih dalam sasaran inflasi BI di kisaran 3,5±1% hingga akhir tahun ini. Selain itu, nilai tukar Rupiah cenderung stabil dalam sebulan terakhir ini di mana volatilitas Rupiah secara rata-rata menurun.

Terindikasi dari one-month implied volatility yang turun jadi kurang dari 6% sejak pertengahan bulan ini. Rupiah secara rata-rata cenderung stabil di level Rp14.150 per USD sepanjang bulan Oktober ini.

"Sehingga BI memang berpeluang untuk kembali memangkas suku bunga acuan menjadi 5,0%," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini