Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menteri BUMN Erick Thohir Langsung Geber 3 Proyek Mandek, Apa Saja?

Giri Hartomo , Jurnalis-Jum'at, 25 Oktober 2019 |21:24 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir Langsung Geber 3 Proyek Mandek, Apa Saja?
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tak mau berleha-leha dan memilih untuk langsung tancap gas. Usai melakukan serah terima jabatan dengan Rini Soemarno, dirinya langsung segera menyelesaikan tugas yang sudah menumpuk.

Setidaknya ada tiga program prioritas yang dikeut oleh Erick Thohir. Misalnya proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, pembangunan Kilang Cilacap antara PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco, serta penyehatan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Baca Juga: Erick Thohir Punya 2 Wamen BUMN, Apa Tugasnya?

“Salah satunya Kereta Cepat Jakarta-Bandung, negosiasi Aramco dan Pertamina untuk pembangunan refinery di mana hal ini bagus buat energi nasional. Lalu mengenai Jiwasraya kita tahu kondisinya, kita harus cari solusi," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Erick Thohir Resmi Jadi Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin

Menurut Erick, untuk percepatan pembanguan Kereta Cepat Jakarta-Bandung sangat penting. Apalagi setelah beberapa hari lalu ada kebakaran pipa milik PT Pertamina (Persero) di Cimahi.

Belum lagi, pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini masih bermasalah karena terhalang sutet milik PLN. Oleh karena itu, untuk mempercepat pengerjaanya, dirinya langsung menggelar rapat dengan Pertamina dan PLN guna mendukung pembangunan kereta cepat.

Baca Juga: Berlatar Belakang Pengusaha, Angela Tanoesoedibjo: Kita Bergerak Lebih Dinamis dan Cepat

"Tadi pagi saya meeting Pertamina, sekarang meeting PLN tidak lain mendukung kereta cepat," ucapnya.

Dari hasil rapat didapatkan beberapa kesimpulan sementara, seperti Pertamina harus memindahkan beberapa pipa yang kemarin menganggu pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung karena terbakar.

"Contoh, Pertamina harus memindahkan pipa yang kemarin sempat masalah. Lalu PLN harus memindahkan sutet ada sembilan, sekarang lima tinggal empat. Kalau bisa kereta cepat, pembangunan bisa lebih cepat. Supaya visi menyambung Pulau Jawa dengan kereta cepat ya bisa menjadi kenyataan. Setelah tol, sekarang kereta api," jelasnya.

Sementara itu, mengenai negosiasi antara Pertamina dan Saudi Aramco saat ini masih terus berajalan. Dirinya meminta agar negosiasi dipercepat namun juga tidak melupakan aspek good coorporate governance (GCG) di dalamnya.

"Negosiasi refinery itu panjang lah ceritanya. Masih cari jalan yang penting tidak ada kick back korupsi, kan kalau orang jual, orang nawar biasa aja. Jangan sampai nanti dianggap transaksi ini merugikan negara, ini yang nggak boleh," jelasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement