JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki dua wakil menteri selama lima tahun ke depan. Kedua wakil menteri tersebut, mantan Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmadjo dan mantan Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin.
Banyak yang mengkhawatirkan dengan posisi dua jabatan wakil menteri ini. Pasalnya Kementerian BUMN sudah memiliki tujuh deputi BUMN.
Baca Juga: Berlatar Belakang Pengusaha, Angela Tanoesoedibjo: Kita Bergerak Lebih Dinamis dan Cepat
Ketujuh Deputi BUMN tersebut, Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Wahyu Kuncoro, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Edwin Hidayat Abdullah. Kemudian Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Fajar Harry Sampurno, Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Ahmad Bambang.

Selanjutnya Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Gatot Trihargo, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Aloysius dan Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Hambra.
Baca Juga: Menteri BUMN Erick Thohir Langsung Geber 3 Proyek Mandek, Apa Saja?
Menanggapi hal tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir menilai, meskipun Kementerian BUMN memiliki wakil menteri namun tugasnnya tidak akan bertabrakan satu sama lain. Karena akan ada peran-peran baru entah itu pada deputi ataupun wakil menterinya.
"Nanti kita duduk juga dengan deputi, ada tugas jobs desk yang baru, kan manajemen, kalau manajemen mikirnya manajemen lah," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (25/10/2019).
Pada kesempatan berbeda, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, nantinya baik dirinya dengan Budi Gunadi akan ada pembagian tugasnnya masing-masing. Pasalnya, ada sekitar 143 perusahaan BUMN yang akan dikelola Kementerian BUMN.

Hingga saat ini dirinya belum mengetahui bagaimana mekanisme pembagian tugasnya dari dua Wamen ini. Mengingat, pada hari ini saja dirinya baru dilantik secara resmi oleh Presiden Jokowi.
“Oh kita baru, masih diskusi kita. Kita pasti bagi portofolio karena kan BUMN kan besar sekali, 143 perusahaan, ada Rp 8.400 triliun asetnya. Kita pasti bagi portofolio," ujarnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.