nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Dunia Terus Naik Usai Sinyal Perdamaian AS-China

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 26 Oktober 2019 09:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 26 320 2121996 harga-minyak-dunia-terus-naik-usai-sinyal-perdamaian-as-china-Fm204pzX5A.jpg Harga Minyak Naik (Foto: Shutterstock)

NEW YORK - Harga minyak dunia naik pada perdagangan akhir pekan. Kenaikan ini menjadi yang terkuat minggu karena didukung kesepakatan perdagangan AS-China.

Selain itu, kenaikan harga minyak juga dipengaruhi jatuhnya stok minyak mentah AS dan kemungkinan aksi OPEC yang memperpanjang penurunan produksi melebihi kekhawatiran ekonomi yang lebih luas.

 Baca Juga: AS-China Segera Damai, Indeks S&P 500 Cetak Rekor Tertinggi

Melansir Reuters, Jakarta, Sabtu (26/10/2019), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menetap 43 sen atau 0,8%, lebih tinggi pada USD56,66 per barel.

Sementara, minyak mentah Brent berakhir 35 sen, atau 0,6% lebih tinggi pada USD62,02 per barel.

 Baca Juga: Stok Menipis, Harga Minyak Dunia Makin Mahal

Harga minyak mendapat dorongan dari tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan tentang penyelesaian sengketa perdagangan AS-China yang telah membebani permintaan minyak mentah.

 Harga Minyak

Para pejabat Washington mengatakan, Amerika Serikat dan China hampir menyelesaikan bagian pertama dari kesepakatan perdagangan setelah berbulan-bulan perang tarif.

"Beberapa getaran keluar dari perundingan AS-China adalah positif lagi dan itu tentu saja yang memicu pasar saham, jadi minyak diuntungkan,," kata mitra Again Capital LLC John Kilduff.

 Harga Minyak

Kinerja mingguan ditopang oleh penurunan mengejutkan persediaan AS, dengan stok minyak mentah turun sekitar 1,7 juta barel pekan lalu.

"Kami bertahan setelah minggu yang cukup baik dengan kejutan inventaris minggu ini," kata analis energi senior Price Futures Group Phil Flynn.

Namun kekhawatiran atas melemahnya pertumbuhan ekonomi terus menyeret harga. "Perlambatan aktivitas global akan melihat penurunan permintaan, jadi kenyataannya adalah bahwa aksi unjuk rasa minyak akan terbatas," kata analis pasar senior OANDA Jeffrey Halley.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini