nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Stok Menipis, Harga Minyak Dunia Makin Mahal

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Jum'at 25 Oktober 2019 07:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 25 320 2121499 stok-menipis-harga-minyak-dunia-makin-mahal-8Wu3z5Hre7.jpg Harga minyak (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Harga minyak dunia memperpanjang kenaikan pada akhir perdagangan 24 Oktober 2019. Harga minyak makin mahal seiring menipisnya stok minyak mentah AS.

Melansir Reuters, Jumat (25/10/2019), minyak mentah Brent mengakhiri sesi naik 50 sen, atau 0,8%, pada USD61,67 per barel, setelah naik 2,5% pada perdagangan kemarin.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menetap 26 sen, atau 0,5%, lebih tinggi pada USD56,23, menambah kenaikan 2,8% sesi sebelumnya setelah data menunjukkan bahwa persediaan minyak AS turun 1,7 juta barel minggu lalu.

Baca Juga: Lifting Turun, Penerimaan Negara dari Migas Sulit Capai Target

Kenaikan harga minyak tampaknya didorong oleh laporan tentang kemungkinan depresi tropis yang berkembang di wilayah pantai Teluk AS yang berpotensi menghambat produksi minyak mentah atau aktivitas kilang, kata Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch dalam sebuah catatan.

Keuntungan minyak didukung oleh penurunan persediaan minyak mentah AS minggu lalu, dan seorang analis mengatakan saham bisa jatuh lebih jauh dalam beberapa minggu ke depan.

Kilang Minyak

Harga Brent, sementara itu, telah meningkat 14% tahun ini, didukung oleh pakta pasokan di antara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya.

Sejak Januari OPEC, Rusia dan produsen lainnya telah menerapkan kesepakatan untuk memangkas produksi minyak sebesar 1,2 juta barel per hari hingga Maret 2020 untuk mendukung pasar. Para produsen bertemu pada 5-6 Desember untuk meninjau kebijakan tersebut.

Menambahkan dukungan harga lebih lanjut, para pejabat mengatakan bahwa pembatasan pasokan yang diperpanjang adalah opsi untuk mengimbangi prospek permintaan minyak mentah OPEC yang lebih lemah pada tahun 2020.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini