Lindungi Laut, Indonesia Capai Target Perluasan Kawasan Konservasi

Maghfira Nursyabila, Jurnalis · Minggu 27 Oktober 2019 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 27 320 2122283 lindungi-laut-indonesia-capai-target-perluasan-kawasan-konservasi-K1puUKEG5P.jpeg Our Ocean Conference (Foto: Dok. KKP)

JAKARTA - Demi menyelamatkan kebersihan laut, Indonesia kembali berkontribusi dalam Our Ocean Conference (OOC) 2019 yang diselenggarakan pada 23-24 Oktober 2019 di Oslo, Norwegia.

Sebagai pemimpin delegasi kali ini, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Sjarief Widjaja mengatakan Indonesia telah mengimplementasikan sebagian besar komitmen yang diteken dalam OOC periode tahun 2017 dan 2018.

Baca Juga: Berburu Kuliner Yuk di Pangandaran, Kampung Halaman Menteri Susi

Berbagai komitmen tersebut antara lain dilakukan dalam bidang pembangunan kapasitas (capacity building); iklim, pencegahan dan pemantauan pengasaman laut; mempromosikan perikanan yang berkelanjutan; perlindungan laut; pengurangan polusi laut; jaringan kerja laut yang aman; serta pemetaan dan pemahaman lautan dan masa depan konferensi samudera.

“Dalam upaya perlindungan laut, Indonesia berhasil mencapai target perluasan kawasan konservasinya pada tahun 2018. Target perluasan kawasan konservasi Indonesia pada tahun 2018 lalu sebesar 22,68 juta hektar telah tercapai. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah Indonesia dalam melindungi laut dan menjaga keberlanjutannya,” ujar Sjarief dalam keterangan tertulis, Minggu (27/10/2019).

laut

Bersamaan dengan implementasi komitmen lainnya yang telah dilakukan, Indonesia pun turut diundang sebagai narasumber untuk berbagi pengalamannya dalam menjaga laut di beberapa side event terkait pemberantasan Illegal, Unregulated, Unreported (IUU) Fishing, pengarusutamaan isu kelautan, dan pengelolaan kawasan konservasi perairan pada sidang United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC).

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Agus Dermawan, selaku anggota delegasi mengatakan bahwa Indonesia pun menyampaikan 4 komitmen baru dalam OOC 2019 dalam upaya menjaga laut dunia.

“Pertama, Indonesia berkomitmen untuk mencadangkan 700.000 hektar Kawasan Konservasi Perairan (Marine Protected Areas/MPAs) pada tahun 2020. Untuk itu, Indonesia mengalokasikan dana sebesar USD6,68 juta untuk mendukung pembentukan MPAs baru dan meningkatkan efektivitas pengelolaan MPAs yang sudah ada,” ujar Agus.

Selain itu, Indonesia juga berkomitmen untuk melakukan stock assessment di perairan darat dengan menggunakan metode yang telah terstandardisasi, baik secara ilmiah maupun pendekatan praktis. Hal ini ditujukan untuk mendukung implementasi manajemen perikanan berbasis ilmiah pada tahun 2020 dengan anggaran sebesar USD705.000.

Baca Juga: Rumah Pribadi Menteri Susi Pudjiastuti di Pangandaran Dilempar Batu

“Ketiga, Indonesia berkomitmen melakukan perpanjangan proyek peningkatan sistem peramalan laut untuk mengurangi risiko bencana maritim. Perpanjangan proyek ini akan dilakukan pada tahun 2019-2024 dengan alokasi dana senilai USD121 juta,” tambah Agus.

Keempat, pengawasan kelautan dan perikanan juga menjadi komitmen Indonesia. “Kita akan terus melakukan kegiatan pengawasan melalui kapal patroli dan pengawasan udara, operasi pusat komando, investigasi kejahatan kelautan dan perikanan, pengawasan KKP, peningkatan partisipasi pengawasan berbasis masyarakat, memerangi penangkapan ikan yang merusak, dan kegiatan terkait lainnya,” tutur Agus.

laut

Sebagai informasi, penyelenggaraan OOC kali ini merupakan yang ke-6 sejak pertama kali diselenggarakan tahun 2014. Sebelumnya, perhelatan dilakukan di Washington DC, Chile, Malta, dan Indonesia. Kepala Delegasi Indonesia pada OOC 2019 Sjarief Widjaja mengatakan, Indonesia memainkan peran penting dalam menjaga laut dunia lewat perhelatan tingkat global.

“Kehadiran Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dan negara maritim yang memiliki luas lautan terbesar kedua di dunia tentunya menjadi sangat penting untuk ikut serta berperan aktif melaksanakan komitmen dan kebijakan di bidang kelautan dalam menjaga lautan dunia,” tutur Sjarief.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini