Soal Kecelakaan Pesawat Max 737, Bos Boeing Tolak Mengundurkan Diri

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Rabu 30 Oktober 2019 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 30 320 2123559 soal-kecelakaan-pesawat-max-737-bos-boeing-tolak-mengundurkan-diri-lSNpXociHF.jpg Boeing 737 Max (Reuters)

JAKARTA - CEO Boeing Dennis Muilenburg menolak mengundurkan diri menyusul dua kecelakaan fatal dari Jet 737 Max. Pasalnya, jet tersebut merupakan produk terlaris perusahaan yang sayangnya telah membuat perusahaan mengalami krisis sepanjang tahun lalu.

"Dua kecelakaan ini terjadi di bawah pengawasan saya. Saya memiliki rasa tanggung jawab yang kuat untuk mengatasi ini," ucap Muilenburg seperti dilansir dari CNBC, Rabu (30/10/2019).

 Baca juga: CEO Boeing Dicopot dari Posisi Chairman Imbas Kasus 737 Max

Muilenburg mengatakan sebelum sidang Senat pada Selasa bahwa dia fokus pada keselamatan pesawat perusahaan. Dia juga menyampaikan belasungkawa kepada anggota keluarga dari 346 korban yang kehilangan nyawa dalam kecelakaan itu.

 Boeing

"Fokus saya adalah pada pekerjaan yang saat ini sedang saya hadapi," tuturnya.

 Baca juga: Boeing Investasi Rp283,5 Miliar pada Perusahaan Pariwisata Antartika

Ketika ditanya apakah ada diskusi dengan dewan tentang apakah dia harus mundur, Muilenburg berkata bahwa diskusi yang ada tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya.

"Diskusi yang dilaksanakan bukan membahas mengenai Saya," ujar Muilenburg singkat.

Sidang Komite Perdagangan Senat dijadwalkan pukul 10 pagi waktu setempat. Sidang ini diadakan pada peringatan satu tahun dari kecelakaan pertama, Lion Air Penerbangan 610 yang jatuh di Laut Jawa tak lama setelah lepas landas dari Jakarta, Indonesia, sampai menewaskan semua 189 orang penumpang. Tak sampai 5 bulan kemudian, Kenya-bound Ethiopian Airlines 737 Max jatuh di Ethiopia dan merenggut nyawa 157 orang dalam penerbangan tersebut.

Sidang tersebut menjadi kesaksian publik pertama Muilenburg di Capitol Hill sejak kecelakaan itu.

Kedua bencana itu memicu banyak investigasi, termasuk penyelidikan kriminal oleh Departemen Kehakiman. Para penyelidik sedang menyelidiki bagaimana Boeing merancang pesawat dan apakah regulator tidak memiliki pengawasan yang cukup ketika mereka menyatakan pesawat jet itu aman pada 2017.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini