nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Boeing Investasi Rp283,5 Miliar pada Perusahaan Pariwisata Antartika

Maghfira Nursyabila, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 11:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 09 320 2114661 boeing-investasi-rp283-5-miliar-pada-perusahaan-pariwisata-antartika-U7AHpCB6TN.jpg Area Boeing di Paris Air Show. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Boeing dikabarkan akan melakukan investasi sebesar USD20 juta atau setara dengan Rp283,5 miliar (Rp14.178 per USD) pada perusahaan pariwisata antartika, Virgin Galatic.

Perusahaan yang didirkan oleh Richard Branson ini sedang dalam proses menyelesaikan kesepakatan untuk menjadikannya perusahaan publik sebesar USD800juta dengan bergabung ke Social Capital Hedosophia. Investasi Boeing dilakukan sebagai akibat dari pemebelian saham di entitas publik, seperti dilansir dari Forbes, Rabu (9/10/2019).

Baca Juga: Pintu Meledak, Boeing Tunda Uji Coba Pesawat 777X

Dalam sebuah pernyataan, kedua perusahaan mengisyaratkan akan mengerjakan proyek bersama, tetapi pernyataan untuk kejelasan proyek mereka selengkapnya belum bisa dipastikan.

Boeing

Kedua perusahaan siap menerbangkan manusia ke luar angkasa dalam beberapa bulan ke depan. Virgin Galatic yang telah berhasil membawa astronot ke luar angkasa suborbital, kini mereka sedang mempersiapkan penerbangan komersial pertamanya.

Baca Juga: Merasa Ditipu, Perusahaan Rusia Tuntut Boeing soal 737 Max

Pada bulan Agustus, perusahaan mempamerkan interior pelabuhan antarkisa baru. Hingga saat ini, perusahaan berhasil menjual 603 tiket untuk terbang dengan pesawat luar angkasa dan mengatakan akan melanjutkan penjualan tiket setelah memulai penerbangan komersial.

Boeing saat ini bekerja dengan kapsul kru Starlinernya yang dikembangkan berdasarkan kontrak dengan NASA. Asal tahu saja, SpaceX milik Elon Musk juga mengembangkan kapsul luar angkasa berawak untuk NASA di bawah program yang sama.

Setelah selesai, kapsul ini akan dimanfaatkan untuk membawa para astronot ke Stasiun luar angkasa internasional untuk mengakhiri ketergantungan lembaga luar angkasa pada pesawat luar angkasa Rusia untuk mengangkut astronot pada saat pulang-pergi.

Meskipun waktu yang tepat belum diumumkan, perusahaan diharapkan agar melakukan penerbangan uji orbit pertama untuk Starliner.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini