nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sepekan Menjabat, Mendag Fokus Evaluasi Ekspor

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 30 Oktober 2019 15:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 30 320 2123648 sepekan-menjabat-mendag-fokus-evaluasi-ekspor-3xPdGY4lGy.jpg Menteri Perdagangan Agus Suparmanto (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintahan periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah berlangsung selama sepekan. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengaku, selama waktu tersebut dirinya melakukan konsolidasi internal Kemendag guna beradaptasi dengan jabatan barunya.

"Kami konsolidasi ke dalam untuk beradaptasi supaya Kemendag bisa bersinergi dengan kementerian lainnya," ungkap dia ditemui di Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Baca Juga: 12 Perjanjian Dagang Ditargetkan Rampung Tahun Depan

Menurutnya, salah satu yang menjadi perhatian Kemendag adalah upaya penurunan impor dan peningkatan ekspor. Oleh sebab itu, dalam sepekan kemarin juga dilakukan evaluasi baik soal regulasi hingga perjanjian perdagangan antar negara.

Terkait regulasi, dirinya bakal memangkas sejumlah aturan yang menghambat ekspor. Selain itu, juga melihat potensi di dalam negeri terkait barang pengganti untuk menekan impor.

Istana Panggil Ketum PB Ikasi Agus Suparmanto 

"Jadi saya akan sederhanakan segala regulasi yang hambat ekspor. Kemudian impor kan prinsipnya untuk isi kekosongan (barang yang tidak ada di dalam negeri), apabila ada substitusinya maka kami akan kurangi (impornya). Sehingga bisa sesuai arah Pak Presiden untuk dilakukan segala sesuatu yang bisa naikan ekspor," jelas dia.

Istana Panggil Ketum PB Ikasi Agus Suparmanto

Kemudian, terkait evaluasi perjanjian perdagangan antar negara dilihat mana yang ternyata tidak menguntungkan untuk ekspor Indonesia. Sehingga bisa kembali dilakukan negosiasi untuk merevisi perjanjian tersebut. Dalam hal ini, pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri.

Istana Panggil Ketum PB Ikasi Agus Suparmanto

"Terutama seperti perjanjian perdagangan internasional terkait sawit. Padahal sawit sangat potensial (ekspornya) tapi ada diskriminatif, maka di sini lah gunanya untuk dilakukan negosiasi, baik juga dilakukan (pengenalan terkait kelapa sawit) di acara roadshow atau trade show," katanya.

Sekedar diketahui, pemerintah memang berencana menyelipkan isu kelapa sawit dalam event Hannover Messe 2020, ajang pameran teknologi manufaktur terbesar dunia. Indonesia merupakan official partner country atau negara mitra resmi Hannover Messe 2020 yang akan berlangsung di Jerman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini