nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Buntut Jatuhnya Pesawat Max 737, Menhub Minta Boeing Tanggung Jawab

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 31 Oktober 2019 15:44 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 31 320 2124139 buntut-jatuhnya-pesawar-max-737-menhub-minta-boeing-tanggung-jawab-3yRYzI8q6w.jpg Budi Karya (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan telah mengantongi hasil investigasi Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengenai kecelakaan pada maskapai penerbangan Lion Air JT-610 di perairan Karawang setahun lalu. Salah satu dari investigasi ini adalah meminta kepada produsen pesawat yakni Boeing Co untuk bertanggung jawab.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, menurutnya pihak Boeing arus bertanggung jawab mengingat pesawat yang digunakan yakni Boeing 737 Max 8 merupakan buatan perusahaan asal Amerika. Ditambah lagi, kecelakaan tersebut juga merenggut banyak korban jiwa.

 Baca juga: Soal Kecelakaan Pesawat Max 737, Bos Boeing Tolak Mengundurkan Diri

Menurut Budi, dari hasil investigasi ada sembilan poin yang diduga menyebabkan kecelakaan. Beberapa hasil investigasi ini menyatakan terjadi kerusakan serius pada sensor angle of attack atau AoA dan MCAS sebelum pesawat milik Lion Air ini jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, satu tahun lalu.

 Boeing

Budi juga meminta kepada pihak maskapai untuk lebih jeli dalam memperhatikan rekomendasi dari produsen untuk mengoperasikan armadanya. Maskapai pun diminta tak buru-buru mengoperasikan armada anyar supaya tak terjadi kejadian serupa di kemudian hari.

 Baca juga: CEO Boeing Dicopot dari Posisi Chairman Imbas Kasus 737 Max

"Yang tidak kalah penting dan signifikan adalah bagaimana Boeing juga harus memberikan tanggung jawab, baik kepada airlines (operator) maupun penumpang," ujarnya saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Meskipun begitu lanjut Budi, dirinya tidak akan mengintervensi masalah antara pihak Lion Air atau Garuda Indonesia dengan Boeing. Karena menurutnya, penyelesaian permasalahan tersebut adalah murni bisnis antara produsen pesawat dengan maskapai.

 Baca juga: Pintu Meledak, Boeing Tunda Uji Coba Pesawat 777X

"Saya menyerahkan kepada airlines, silakan business to business dengan Boeing karena ini murni menyangkut bisnis," katanya.

Ke depannya, antan Direktur Utama Angkasa Pura II ini ini menambahkan, KNKT telah menyerahkan sejumlah poin rekomendasi kepada berbagai pihak, termasuk Kementerian Perhubungan. Rekomendasi ini akan dimanfaatkan oleh otoritas penerbangan dalam menyusun kebijakan ke depan.

Salah satu tindak lanjut yang mesti dilakukan dalam waktu dekat adalah perbaikan standard operating procedur atau SOP penerbangan. Sehingga diharapkan kecelakaan pesawat tidak akan terjadi lagi.

"SOP itu harus detail, menyangkut semua rekomendasi yang diberikan oleh produsen," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini