Tahun Depan, Ada 26 Trayek Tol Laut Rp436 Miliar

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 01 November 2019 18:36 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 01 320 2124721 tahun-depan-ada-26-trayek-tol-laut-rp436-miliar-Mq5ebR0CNr.jpg Tol Laut (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan mengalokasikan anggaran untuk subsidi tol laut tahun 2020 sebesar Rp436 miliar. Angka mengalami kenaikan dibandingkan subsidi tahun 2019 yang hanya Rp300 miliar.

 Baca Juga: Terungkap, Ini Modus Monopoli Tol Laut yang Bikin Jokowi Jengkel

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Wisnu Handoko mengatakan, penambahan anggaran subsidi menyusul adanya tambahan trayek tol laut. Pada tahun depan akan ada 26 trayek dari sebelumnya yang hanya 18 trayek.

"Subsidi tol laut tahun depan Rp436 miliar tahun ini Rp300 miliar," ujarnya dalam sebuah diskusi di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

 Baca Juga: Kemenhub Ungkap Ada Monopoli di 4 Trayek Tol Laut, Ini Daftarnya

Saat ini, dia menyebutkan, trayek tol laut sudah mencapai 18 trayek di seluruh Indonesia. Tahun depan akan ada 2 trayek yang ditugaskan langsung kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan 6 sisanya dilelang kepada swasta

"Untuk trayek yang akan dioperasikan oleh swasta, akan kami lelangkan secara tidak mengikat pada pertengahan November 2019 ini. Diharapkan awal tahun depan bisa langsung dioperasikan," katanya.

 Tol Laut

Adapun, trayek yang akan dilelang ke pihak swasta sebanyak enam trayek dan lelang akan dimulai pada November ini. Beberapa trayek yang akan dilelang seperti Boven Digul, Yahukimo dan Mamberamo.

“Kita usahakan pertengahan November. Ini kita lelang tidak mengikat ya supaya bisa lebih cepat,” ucapnya.

Selain itu, Wisnu menyebutkan ada satu tambahan trayek, yaitu jalur Jawa Selatan, tepatnya di Cilacap yang akan dilelang. Trayek ini akan melayani rute dari Cilacap menuju Bali.

“Cilacap itu kan ada pelabuhan yang baru, sekarang kita masuk ke situ. Nanti dari Cilacap ke Bali, kemudian ke Pacitan,” katanya.

 Pelabuhan

Menurut Wisnu, Tol Laut masih tetap dibutuhkan, terutama untuk wilayah terdepan, terluar dan terpencil (3T). Karena wilayah 3T ini tidak bisa mengandalkan kapal komersil karena harganya akan sangat tinggi.

“Komersial kan harganya berdasarkan pasar, pasti akan mahal, Nah, Tol Laut ini bisa kirim lebih murah,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini