nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berawal dari Sri Mulyani Endus Desa Siluman, Ini 6 Fakta di Baliknya

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 06 November 2019 17:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 06 20 2126566 berawal-dari-sri-mulyani-endus-desa-siluman-ini-6-fakta-di-baliknya-jo3dtfcvSz.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mencurigai adanya desa-desa baru yang tidak berpenduduk alias desa siluman. Desa tersebut sengaja dibuat untuk mendapatkan alokasi dana desa dari pemerintah pusat. Apalagi alokasi dana desa setiap tahunnya terus bertambah.

Pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 menaikan penyaluran dana desa. Dana desa 2020 dialokasikan sebesar Rp72 triliun atau naik sekira Rp2 triliun dibanding tahun ini sebesar Rp70 triliun.

Baca Juga: Sri Mulyani Bakal Investigasi 'Desa Palsu' yang Incar Dana Desa

Besarnya dana desa itu sepertinya membuat orang-orang tergiur untuk mendapatkannya. Hal ini yang membuat Sri Mulyani memutuskan untuk melakukan investigasi "Desa Siluman".

Berikut beberapa fakta terkait desa siluman yang tengah ramai diperbincangkan, Rabu (11/6/2019):

1. Sri Mulyani Endus Ada yang Tidak Beres dengan Alokasi Dana Desa

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, akan mengambil langkah investigasi terkait adanya fenomena 'desa palsu' yang bermunculan untuk mendapatkan alokasi dana desa dari pemerintah pusat. Menurutnya desa palsu itu hanya nama yang bahkan penduduknya saja tidak ada.

Lambaikan Tangan Kiri, Sri Mulyani Tiba di Istana Negara

Ani, sapaan akrabnya, mengatakan fenomena ini diketahuinya setelah terbentuknya Kabinet Indonesia Maju di pemerintahan kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi). Adapun pembentukan kabinet dilakukan pada 23 Oktober 2019 lalu.

2. Desa-Desa Baru Bermunculan

Sri Mulyani mengaku akan melibatkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Untuk bisa mendalami desa-desa baru yang bermunculan tersebut, baik dari mekanisme pembentukannya hingga ke pengurusannya.

Baca Juga: Dana Desa Naik Jadi Rp72 Triliun Lahirkan Entrepreneur Baru

Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan data pasti dari desa di Indonesia, mengingat seluruh desa akan mendapatkan suntikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tiap tahunnya.

"Untuk menginventarisasi desa-desa di Indonesia, karena kemarin kami mendengar ada alokasi dana desa untuk desa yang ternyata baru saja dibuat. Jadi kami akan lihat karena sebetulnya ada mekanisme untuk pembentukan desa serta identifikasi mengenai pengurusnya," jelas Ani.

3. Desa Hantu Diadukan ke DPR

Fenomena 'desa siluman' disampaikan Ani saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI saat memaparkan realisasi penyaluran dana desa. Saat itu dia menyebutkan banyaknya muncul desa palsu untuk mendapatkan kucuran dana dari pemerintah pusat.

Dapat Keluhan dari Jokowi Soal Impor, Sri Mulyani Datangi Pusat Logistik Berikat

4. Kenapa Ada Desa Siluman?

Sri Mulyani Indrawati menyatakan, dirinya menerima laporan adanya nama-nama desa baru yang bahkan tidak ada penduduknya. Kehadiran desa palsu itu hanya untuk mendapatkan alokasi dana desa dari pemerintah pusat.

"Karena sekarang ada transfer yang ajeg (rutin setiap tahun) dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) maka sekarang muncul desa-desa baru yang enggak ada penduduknya, hanya ingin mendapatkan (transfer dana desa)," ungkap Sri Mulyani.

5. 20.000 Desa Masih Tertinggal

Masih ada banyak desa yang masih tertinggal meski sudah menerima suntikan dana dari pemerintah pusat setiap tahunnya. Dana desa sendiri diberikan dengan maksud mendorong kemajuan perekonomian desa sehingga bisa mandiri.

"Untuk dana desa, meskipun sudah berikan tiap tahun masih ada 20.000 desa yang tertinggal," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani Buka-bukaan soal Ekonomi RI di Manager Forum MNC Group

6. Harapan Jokowi

Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), penggunaan dana desa akan lebih ditingkatkan untuk pemberdayaan masyarakat desa dan pengembangan potensi ekonomi desa, sehingga dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat desa.

"Dana desa diharapkan dapat mendorong inovasi dan entrepreneur baru, sehingga produk-produk lokal yang dimiliki oleh setiap desa dapat dipasarkan secara nasional, bahkan global, melalui market place," ujar Jokowi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini