nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Proyek RTS Singapura-Johor Baru Disebut Efektif Atasi Kemacetan

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Kamis 07 November 2019 03:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 06 320 2126573 proyek-rts-singapura-johor-baru-disebut-efektif-atasi-kemacetan-xPs0q4W8Dq.png Proyek Rapid Transit System Malaysia (Foto: Business Insider)

JAKARTA - Masyarakat Malaysia nampaknya harus menunggu agak lama perihal pembangunan proyek proyek Rapid Transit System (RTS) Singapura-Johor Bahru. Pasalnya, penandatanganan perjanjian akan ditunda hingga April 2020 karena kedua negara saat ini sedang membahas perubahan yang diusulkan oleh pemerintah Malaysia.

Dalam pesan tertulisnya, Menteri Transportasi Singapura Khaw Boon Wan mengatakan bahwa Singapura telah menyetujui permintaan lain oleh Malaysia untuk perpanjangan enam bulan hingga 30 April 2020. Perpanjangan tersebut ada kaitannya dengan kerja sama bilateral dan tidak akan dikenakan biaya tambahan untuk pihak Malaysia.

malaysia

Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke juga mengatakan kepada Parlemen Malaysia pada hari Senin bahwa kedua negara saat ini sedang membahas perubahan yang diusulkan. Perubahan tersebut melibatkan perubahan rencana awal yaitu menggunakan sistem mass rapid transit (MRT) Singapura, menjadi sistem light rail transit (LRT), seperti yang diadopsi di Kuala Lumpur.

Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad pada 31 Oktober mengumumkan kelanjutan proyek RTS dengan biaya lebih rendah RM3,6 miliar (SGD1 miliar) atau terpotong 36% dari jumlah awal yakni RM4,93 miliar. Ia mengatakan bahwa sebagian besar penghematan berasal dari biaya tanah yang melibatkan stasiun yang diusulkan di Bukit Chagar.

Nantinya, RTS akan memiliki kapasitas 10.000 penumpang, dengan diprediksikan akan ada 254.000 orang menggunakan sisi Johor Baru dan 113.000 menggunakan sisi yang kedua dalam satu hari. Proyek ini disebut-sebut dapat mengurangi kemacetan jalan layang Johor-Singapura, memfasilitasi bisnis dan pariwisata. Menurut Land Transport Authority (LTA), perkiraan waktu awal untuk perjalanan kereta api RTS adalah 10 menit. Saat ini, orang membutuhkan waktu antara 40 menit sampai dua jam untuk melewati jalan layang Johor-Singapura sepanjang 1,06 km pada jam-jam sibuk.

Baca Selengkapnya: Malaysia Geber Jalan Layang Johor-Singapura Demi Atasi Kemacetan

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini