JAKARTA - Jembatan lengkung bentang panjang Light Rail Transit atau Laju Raya Terpadu (LRT) Jabodebek segera dilanjutkan pengerjaannya. Hal tersebut menyusul pengecoran yang dilakukan pada hari ini.
Dalam acara ini, proyek LRT Jabodebek ini langsung mencatatkan dua rekor sekaligus dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Pertama adalah rekor jembatan kereta box beton lengkung dengan bentang terpanjang dan radius terkecil di Indonesia.
Baca juga: Pagi-Pagi, Menko Luhut hingga Erick Thohir Ngecor Jalur LRT Jabodebek
Tak hanya itu, proyek ini juga mencatatkan rekor lainnya dengan pengujian axial Statistik loading tes pada pondasi border pile dengan beban terbesar di Indonesia.

Adapun spesifikasinya antara lain jembatan ini memiliki tipe box girder beton dengan radius lengkung 115 meter. Adapun panjang bentang utama ini memiliki panjang sekitar 148 meter.
Baca juga: Begini Cara Kerja Sistem Sinyal Perkeretaapian LRT Jabodebek
Sedangkan metode pengujian menggunakan metode Balanced Cantilever. Sedangkan bahan pengujian pondasi memiliki bobot 4.400 ton.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, momen ini merupakan momen bersejarah sekaligus percontohan. Karena Adhi karya mengerjakan proyek ini dengan sangat baik sekali meskipun tingkat kesulitannya tinggi.
"Saya ucapkan selamat kepada Adhi Karya. Ini prestasi yang luar biasa," ujarnya
Menurut Budi, dari sisi struktur pembangunan yang Adhi Karya dilakukan sangat baik. Sementara dari sisi pembiayaan juga sama-sama dilakukan begitu baiknya karena tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Saya melihat Adhi Karya sangat gigih lakukan proyek ini, ini proyek jadi contoh dari segi struktur tingkat kesulitan dan tingkat kesulitan finansial sehingga melalui skema KPBU tapi dikerjakan Adhi Karya dan KAI," jelasnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.