Share

Jiwasraya Butuh Rp32,89 Triliun, Kementerian BUMN Akan Konsultasi ke Sri Mulyani

Giri Hartomo, Okezone · Selasa 12 November 2019 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 12 320 2128728 jiwasraya-butuh-rp32-89-triliun-kementerian-bumn-akan-konsultasi-ke-sri-mulyani-I1rwBbkLYU.jpg Asuransi (Reuters)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah serius untuk menyelesaikan masalah keuangan pada perusahaan asuransi milik negara yakni PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Bahkan saat ini sudah ada beberapa opsi yang disiapkan oleh Kementerian BUMN untuk menyelesaikan masalah keuangan Jiwasraya.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, salah satu opsi yang menjadi pertimbangan adalah membawa masalah asuransi jiwa pelat merah ini hingga ke bendahara negara. Namun dirinya akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menyelesaikan masalah keuangan yang dialami oleh perusahaan asuransi milik negara tersebut.

 Baca juga: Ini Hasil Rapat Tertutup DPR-BUMN Bahas Kasus Jiwasraya

"Bisa beragam opsinya, kan di undang-undang ada, itu coba dikaji. Itu kan size-nya besar ya perlu kerja sama dengan departemen keuangan (Kementerian Keuangan) ya," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (11/11/2019) malam.

 Erick Thohir

Akan tetapi saat ditanya mengenai skema penyelamatannya, Pria yang kerap disapa Tiko ini tak menjelaskannya secara detail. Karena dirinya masih mencari skema yang tepat untuk menyelamatkan perusahaan asuransi milik negara tersebut.

 Baca juga: Bos OJK: Jiwasraya Harus Segera Restrukturisasi

"Jangan dipaksain sekarang, saya masih mikir. Kalau sekarang ditanya percuma belum ada jawabannya. Belum bisa jawabannya," ucapnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sebagai informasi, perusahaan ini mengalami masalah keuangan yang teramat berat. Hal tersebut dikarenakan perusahaan plat merah ini dililit masalah pembayaran polis jatuh tempo kepada para nasabahnya.

Pihak Jiwasraya kepada parlemen bahkan telah menyampaikan bahwa perusahaan membutuhkan likuiditas setidaknya Rp32,89 triliun. Kebutuhan dana ini diperlukan agar rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC) sesuai ketentuan minimal 120%.

Menteri BUMN Erick Thohir pun dalam berbagai kesempatan Erick Thohir mengaku ada tiga program prioritas yang akan segera diselesaikannya terlebih dahulu. Ketiga program tersebut adalah menyelesaikan proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, pembangunan kilang Cilacap antara PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco, serta penyehatan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini