nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terima Uang Lion Air dan Boeing, Ahli Waris Tetap Bisa Ajukan Penuntutan

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 13 November 2019 20:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 13 320 2129544 terima-uang-lion-air-dan-boeing-ahli-waris-tetap-bisa-ajukan-penuntutan-7n8liEMMqd.jpeg Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjawab pertanyaan DPR RI tentang kepastian pemberian santunan. DPR mempertanyakan mengapa para korban tidak bisa menuntut pihak Boeing dan Lion Air jika sudah mengambil santunan.

Menurut Budi, ahli waris korban terjatuhnya pesawat Lion Air JT 610 tetap bisa menuntut pihak maskapai atau pun produsen pesawat meski telah menandatangani Release and Discharge (R&D). Oleh sebab itu, dirinya menyarankan kepada ahli waris untuk mengambil uang santunan yang diberikan pihak maskapai.

Baca juga: Soal Kecelakaan Pesawat Max 737, Bos Boeing Tolak Mengundurkan Diri

Berdasarkan perhitungan ada dua santunan yang akan didapat oleh ahli waris korban. Pertama adalah santunan sebesar Rp1,25 miliar yang diberikan Lion Air dan Rp2 miliar dari pihak Boeing.

“Kita sudah jelaskan by law walaupun (ahli waris JT 610) tanda tangan (R&D), dia tetap bisa melakukan tuntutan. Kalau kita sarankan ambil saja, dia tetap bisa menuntut,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPR-RI, Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Budi menambahkan, saat ini ada salah satu ahli waris korban yang telah menerima santunan dari Lion Air tetap melakukan penuntutan kepada Boeing. Atas dasar itu, dia menyarankan keluarga korban tak takut untuk menerima santunan dari Lion Air.

Budi Karya

“Saya sarankan terima saja (santunan), kemudian baru tuntut Boeing,” kata Budi.

Sebelumnya, Anggota Komisi V Fraksi PKS Suryadi Jaya Purnama mengatakan dirinya meminta kepada Menteri Perhubungan untuk tegas. Pasalnya, komitmen maskapai untuk memberikan santunan kepada ahli waris korban patut dipertanyakan.

Bagaimana tidak, para ahli waris diminta untuk menandatangani Release and Discharge (RnD) padahal belum menerima santunan.

"Sebagian besar ahli waris korban yg belum menerima kompensasi dipaksa menangani untuk meneken RnD," kata Suryadi.

Menurut Suryadi, Menhub perlu tegas memberikan tenggat waktu kepada pihak Lion Air untuk segera membayarkan uang kompensasi kepada ahli waris korban. Apalagi jika seluruh berkas yang diberikan ahli waris sudah lengkap

"Perlu ada batasan sejak dilengkapi berkas2 ahli waris, telah terjadi kerugian ini harus ada batas waktu. Masyarakat perlu kepastian. Ini akan menjadi preseden berikutnya. Kalau terjadi ini perusahaan enggak takut lagi, di mana wibawa pemerintah," jelasnya.

Baca juga: CEO Boeing Dicopot dari Posisi Chairman Imbas Kasus 737 Max

Seperti diberitakan sebelumnya, Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 menuntut maskapai segera mencairkan uang ganti rugi sebesar Rp 1,25 miliar per penumpang.

Merdian mengaku pernah dipanggil pihak Lion Air untuk membicarakan masalah ganti rugi. Namun, saat itu Lion Air memaksa ahli waris untuk menandatangani Release and Discharge (R&D).

Dokumen ini mewajibkan keluarga dan ahli waris melepaskan hak menuntut kepada pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kecelakaan itu. R&D harus ditandatangani sebelum ganti rugi bisa diberikan ke pihak keluarga.

boeing

Padahal, lanjut Merdian, dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77/2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara menyebutkan, penumpang yang meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat udara diberikan ganti rugi sebesar Rp1,25 miliar. Hak atas ganti rugi ini dipertegas dengan Pasal 23 yang menyatakan besaran kerugian tidak menutup kesempatan bagi ahli waris menuntut ke pengadilan

"Enam bulan sejak kecelakaan tragis yang menimpa saudara kami, Eka Suganda sebagai ahli waris korban, kami belum mendapatkan kepastian mengenai pembayaran klaim dari pihak maskapai dan produsen bersangkutan," ujar perwakilan keluarga Eka Suganda, Merdian Agustin di Jakarta, beberapa waktu lalu.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini