nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Skuter Listrik Rusak JPO hingga Korban Tewas, Kemenhub: Kebanyakan Dipakai Gaya-gayaan

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 13 November 2019 20:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 13 320 2129563 skuter-listrik-rusak-jpo-hingga-korban-tewas-kemenhub-kebanyakan-dipakai-gaya-gayaan-K4q1GxmbRe.jpg Skuter Listrik (Foto: Okezone.com/Grab)

JAKARTA - Skuter listrik yang menjadi primadona masyarakat kini mulai menunjukkan tanda-tanda negatif. Terbaru adalah rusaknya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Sudirman Jakarta dan juga kecelakaan yang menyebabkan pengguna skuter tewas.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi mengatakan, saat ini penggunaan skuter listrik sudah melenceng dari fungsi aslinya. Banyak masyarakat yang menggunakan skuter listrik untuk gaya-gayaan dan bukannya sebagai alat transportasi.

Baca Juga: Lagi Hits, Fakta Skuter Listrik yang Rusak JPO hingga Korban Tewas

Padahal awal mula adanya skuter listrik ini adalah untuk membantu mobilitas masyarakat. Karena menurutnya, sejatinya skuter listrik ini merupakan alat transportasi.

“Kebanyakan sekarang pakai itu (skuter listrik untuk) main-main, bukan kepentingan transportasi. Iya (hanya untuk) gaya-gayaan,” ujarnya saat ditemui di Komplek DPR-RI, Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Selain itu, skuter listrik ini juga seharusnya hanya digunakan untuk komplek tertentu saja. Namun saat ini skuter listrik bisa digunakan untuk menempuh perjalanan yang jauh.

 skuters

"Kalau menurut saya itu cocoknya untuk kendaraan lingkungan, misal ke taman, perumahan bukan jalan raya. Kan sudah saya sampaikan seperti itu," jelasnya.

Oleh karena itu, Budi menyarankan untuk sementara waktu ini skuter listrik dilarang digunakan di jalan raya. Pelarangan itu dilakukan selagi menunggu regulasi yang jelas soal penggunaan skuter listrik di jalan.

“Kalau sekarang kan yang terjadi liar nih, aplikator tidak bisa mengawasi, sepanjang belum bisa diawasi saran saya ke pemda berhentikan dulu,” kata Budi.

Sebelumnya diberitakan, dua orang pengguna skuter listrik GrabWheel tewas saat berkendara di kawasan Gate 3 Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu dini hari lalu. Dua orang itu adalah Wisnu (18) dan Ammar (18).

Empat pengendara skuter lainnya, yang merupakan teman Wisnu dan Amar, mengalami luka-luka pada peristiwa itu. Salah satu korban selamat, yaitu Fajar, bercerita bahwa peristiwa itu berawal saat ia dan teman-temannya mengendarai skuter listrik yang disewakan di FX Sudirman.

skuters

Skuter listrik yang dikendarai Amar dan Wisnu kehabisan baterai. Dua orang itu kemudian bertukar skuter listrik dengan Fajar dan berboncengan kembali ke FX Sudirman.

Tiba-tiba, ada mobil Toyota Camry yang datang dari arah belakang menabrak kencang rombongan mereka (enam orang). Mereka berenam terlempar karena tertabrak mobil itu.

Ammar dan Wisnu tak sadarkan diri di lokasi kejadian. Mereka lalu dibawa ke rumah sakit terdekat. Mereka kemudian dinyatakan meninggal dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini