Sehingga secara total, dari belanja perjalanan dinas, barang dan jasa kantor, serta pegawai sudah mencapai 70% dari total belanja dalam APBD. Hal ini sangat disayangkan oleh Sri Mulyani.
"Makanya, baru sisa-sisa dari itu untuk rakyat, itu kan salah. Jadi tolong dilihat betul, kami pun di pusat bahkan sudah meminta meneliti betul belanja-belanja kelompok tadi,” kata dia.

Oleh sebab itu, dirinya meminta pemerintah daerah bisa lebih efisien dalam mengelola anggarannya. Bukan hanya dalam menyusun pos-pos anggaran, tetapi juga dalam melakukan program-program pemerintahan daerah sehingga memiliki hasil yang maksimal.
"Alokasi belanja daerah dalam APBD juga kurang fokus. Program dan kegiatan itu bermacam-macam. Padahal Pak Presiden mengatakan fokus saja," katanya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.