Sri Mulyani: Perjalanan Dinas Setahun Sekali Saja, Jangan Wira-Wiri!

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 14 November 2019 18:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 14 20 2129912 sri-mulyani-perjalanan-dinas-setahun-sekali-saja-jangan-wira-wiri-ror9LHbkAb.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti rendahnya efisiensi dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Mengingat hampir 70% dari total APBD merupakan dana dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah.

Menurut Sri Mulyani, salah satu belanja pemerintah daerah yang membuat anggaran tidak efisien adalah belanja perjalanan dinas. Porsinya bisa mencapai 13,4% dari keseluruhan rata-rata belanja pemerintah daerah.

Baca Juga: Daerah Kesulitan Kelola APBD, Sri Mulyani: Mungkin Butuh 540 Menteri Keuangan

"Tolong, perjalanan dinas untuk sosialisasi satu kali setahun saja. Jangan wira-wiri," ujar dia di hadapan ratusan kepala daerah dalam Sosialisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa 2020 di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Untuk menekan belanja perjalanan dinas tersebut, menurut Sri Mulyani, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengarahkan setiap kementerian atau lembaga untuk mengatur dengan tepat guna sosialisasi pejabat daerah bisa lebih terkoordinasi.

Lambaikan Tangan Kiri, Sri Mulyani Tiba di Istana Negara 

Selain itu, belanja barang dan jasa kantor pun dinilai tidak efisien, lantaran porsinya cukup besar yakni rata-rata mencapai 17,5% dari belanja di dalam APBD. Belum lagi, belanja pegawai saja rata-rata mencapai 36% dari total anggaran belanja daerah.

Sehingga secara total, dari belanja perjalanan dinas, barang dan jasa kantor, serta pegawai sudah mencapai 70% dari total belanja dalam APBD. Hal ini sangat disayangkan oleh Sri Mulyani.

"Makanya, baru sisa-sisa dari itu untuk rakyat, itu kan salah. Jadi tolong dilihat betul, kami pun di pusat bahkan sudah meminta meneliti betul belanja-belanja kelompok tadi,” kata dia.

Ketika Menkeu Sri Mulyani Jadi Guru bagi Siswa SD Kenari 1 Jakarta

Oleh sebab itu, dirinya meminta pemerintah daerah bisa lebih efisien dalam mengelola anggarannya. Bukan hanya dalam menyusun pos-pos anggaran, tetapi juga dalam melakukan program-program pemerintahan daerah sehingga memiliki hasil yang maksimal.

"Alokasi belanja daerah dalam APBD juga kurang fokus. Program dan kegiatan itu bermacam-macam. Padahal Pak Presiden mengatakan fokus saja," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini