Tambah Investasi sebesar Rp60,6 Triliun, Lotte Chemical Bangun Pabrik Petrokimia

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Rabu 20 November 2019 18:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 20 320 2132357 tambah-investasi-sebesar-rp60-6-triliun-lotte-chemical-bangun-pabrik-petrokimia-z1KcgTexaR.jpeg Pertemuan Menperin dengan Pejabat Lotte Chemical. (Foto: Okezone.com/Dok. Kemenperin)

JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan jajarannya bertemu dengan direksi Lotte Chemical di Seoul, Korea Selatan pada Selasa 19 November 2019. Dari pertemuan tersebut, Lotte Chemical akan menambah investasinya sebesar USD4,3 miliar setara Rp60,6 triliun (kurs Rp14.105).

“Lotte Chemical akan menambah investasinya menjadi USD4,3 miliar untuk pembangunan kompleks pabrik petrokimia di Indonesia. Mereka mau tambah investasi, walaupun pabriknya saat ini masih dalam proses pembangunan,” kata Agus , dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/11/2019).

Baca Juga: Terima Parlemen Singapura, Jokowi Ingin Perkuat Kerjasama Investasi hingga Digital

Sebelumnya, Lotte Chemical telah memberi modal sebesar USD3,5 miliar untuk membangun kompleks pabrik petrokimia di Cilegon, Banten. Jika Lotte Chemical sudah menambahkan investasinya, proyeksinya akan menjadi USD4,3 miliar.

Investasi

“Langkah ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden Joko Widodo untuk terus menggenjot investasi dan hilirisasi sektor industri. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian nasional dengan penghematan devisa dari substitusi impor,” ujarnya.

Berdasarkan laporan dari Kemenperin, nilai ekspor dari industri kimia ini telah menyumbang hingga USD9 miliar. Kemenperin melihat industri kimia memberikan kontribusi yang cukup banyak untuk perekonomian negara. Maka dari itu, industri kimia menjadi salah satu tolok ukur tingkat kemajuan bagi suatu negara.

Baca Juga: Kepala BKPM Rayu Investor China, Korsel dan Jerman

Menperin menegaskan, pihaknya akan mendorong pertumbuhan industri petrokimia di Indonesia karena sektor ini dinilai sebagai sektor induk yang menghasilkan berbagai komoditas. Industri ini dimanfaatkan sebagai bahan baku oleh sektor manufaktur lainnya, seperti industri kemasan dan industri tekstil.

“Berdasarkan karakteristiknya, industri petrokimia merupakan jenis sektor manufaktur yang padat modal, padat teknologi, dan lahap energi sehingga perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah,” ucapnya.

Kepala Unit Bisnis Lotte Chemical Kim Kyo Hyun mengatakan, keputusannya untuk menambah investasi dikarenakan Indonesia masih membutuhkan banyak produk petrokimia untuk menjadi substitusi impor.

“Jadi, kami membangun pabrik petrokimia itu untuk menggantikan barang-barang impor yang selama ini dilakukan oleh Indonesia. Tujuannya agar produk-produk Indonesia bisa diproduksi di dalam negeri,” ujarnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini