nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menunggu Kebijakan Suku Bunga Acuan BI, Bakal Turun Lagi?

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 21 November 2019 09:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 21 20 2132534 menunggu-kebijakan-suku-bunga-acuan-bi-bakal-turun-lagi-cfIhj5pR8A.jpg Bank Indonesia. Foto: Okezone

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan November pada hari ini, Kamis (21/11/2019). Adapun rapat tersebut sudah berlangsung sejak 20-21 November 2019.

Dalam rapat bulanan tersebut, Dewan Gubernur BI bakal mengumumkan beberapa kebijakan moneter. Salah satunya adalah terkait suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI 7-Days Repo Rate).

Baca Juga: BI Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 5%

Bank Sentral akan mengumumkan keputusan mereka untuk menahan, menurunkan atau menaikkan suku bunga acuannya. Sebelumnya pada RDG bulan Oktober, BI memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis points (bps). Dengan demikian, suku bunga acuan BI menjadi berada di level 5% dari level 5,25%.

Ini menjadi bulan keempat Bank Sentral melonggarkan kebijakan moneternya, setelah sepanjang paruh pertama tahun 2019 memutuskan menahan suku bunga acuan. Pada RDG di bulan Juli, Agustus, September, dan Oktober BI memang secara berturut-turut menurunkan suku bunga masing-masing 25 basis poin (bps).

bank indonesia

Adapun kini suku bunga Deposit Facility (DF) turun 25 basis menjadi 4,25% dan Lending Facility (LF) turun 25 basis poin menjadi 5,5%.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, pemangkasan suku bunga acuan telah sejalan dengan perkiraan inflasi yang tetap rendah. Juga tetap menariknya imbal hasil aset keuangan domestik.

Baca Juga: BI Rate Diharap Turun, Ini Manfaatnya!

Menurutnya, BI akan terus mencermati kondisi pasar keuangan global dan stabilitas eksternal perekonomian Indonesia dalam mempertimbangkan penurunan suku bunga kebijakan.

"Ini sebagai langkah pre emptive lanjutan untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi domestik ke depan di tengah perlambatan ekonomi global," ujarnya dalam konferensi pers RDG BI Oktober di Kantor Pusat BI.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini