nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rupiah Lebih Perkasa Lawan Dolar AS pada November

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 21 November 2019 17:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 21 278 2132814 rupiah-lebih-perkasa-lawan-dolar-as-pada-november-quY9Ffl8MS.jpg Ilustrasi Rupiah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan nilai tukar Rupiah menguat pada November 2019. Hal ini bisa dilihat dari kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang semakin baik.

"Pada bulan ini, Rupiah mengalami kenaikan sebesar 0,42%, walaupun jika dibandingkan dengan bulan lalu, Rupiah mengalami penurunan sebesar 0,41%," ujar Perry, Kamis (21/11/2019).

Baca Juga: Makin Melemah, Rupiah Tembus Rp14.112/USD

Rupiah menguat 2,03% sejak awal tahun sampai 20 November 2019. Penguatan Rupiah disebabkan oleh beberapa hal, antara lain masuknya banyak modal asing untuk Indonesia dan pasokan valas dari para eksportir.

Rupiah

Hal ini didorong oleh prospek ekonomi negara yang tetap terjaga, daya tarik pasar keuangan domestik yang tetap besar. Meredanya ketidakpastian pasar keuangan global juga menyebabkan Rupiah menguat pada bulan ini.

Perry mengatakan, BI optimis Rupiah akan tetap menguat ke depannya. Keoptimisannya ini muncul karena mereka melihat pasar di Indonesia yang tetap terjaga.

Baca Juga: Dolar Tekan Rupiah ke Level Rp14.097

"Kami optimis Rupiah akan tetap stabil ke depannya. Melihat prospek NPI yang berjalan dengan baik, apalagi aliran masuk modal asing ke Indonesia yang berkelanjutan, membuat kami semakin yakin akan hal ini," tuturnya

Perry mengungkapkan, BI akan terus mendalami pasar keuangan, baik pasar uang maupun pasar valas. Dengan melakukan hal tersebut, dia yakin nilai tukar dan pembiayaan domestik semakin kuat.

Seperti yang kita tahu, semakin banyak pihak dari luar negeri yang menginvestasi bahkan menambah investasinya ke Indonesia. Yang baru-baru ini adalah LG Chemical dan SK Group berminat untuk berinvestasi di sini. LG Chemical berencana akan berinvestasi sebesar USD2,3 miliar setara Rp32,4 triliun ke Indonesia.

Selain itu, rapat bilateral yang dilakukan antara Indonesia dan Jepang membuahkan hasil. Jepang berencana akan berinvestasi dalam jumlah besar di Indonesia. Hal ini membuat pemasokan negara bertambah.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini