nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tagihan Operasi Jantung Rp10,5 Triliun, BPJS Kesehatan Akan Dievaluasi

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 22 November 2019 10:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 22 320 2133056 tagihan-operasi-jantung-rp10-5-triliun-bpjs-kesehatan-akan-dievaluasi-kG6M1oIF2K.jpg BPJS Kesehatan Akan Dievaluasi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) dr. Terawan Agus Putranto mengatakan, akan melakukan koordinasi dengan Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk menindaklanjuti arahan-arahan yang terjadi diskusi di dalam rapat kabinet, bahwa banyak pelayanan berlebihan yang tidak sesuai dengan literatur.

“Ya contoh pelayanan jantung sampai Rp10,5 triliun lho tagihannya. Kemudian adanya review dari jurnal-jurnal yang mengatakan bahwa pengobatan dengan obat-obatan apalagi pencegahan itu tidak lebih, tidak efisien dibandingkan stent, operasi, dan sebagainya,” kata Menkes seperti dilansir setkab, Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Baca Juga: 95% Bahan Baku Obat Masih Impor, Presiden Jokowi: Ini Sudah Tak Boleh Dibiarkan!

Menkes meyakini, kalau itu bisa diperbaiki, maka akan sesusai dengan diagnosa sehingga jika operasi, maka dilakukan operasi.

“Itu bisa menurunkan mungkin 50%, bayangin banyak lho Rp10 triliun itu. Kalau bisa turun separuh saja itu sudah membuat kita berdua bahagia, Rp5 triliun dihemat,” ucap Menkes.

Baca Juga: 150 Juta Penduduk RI Disubsidi, Jokowi Warning BPJS Kesehatan

Menkes dr. Terawan Agus Putranto juga melihat apa indikasi-indikasi seksio ternyata naik luar biasa, Rp5 triliun lebih. Dari hal-hal yang itu saja karena apa ternyata seksio begitu banyak sekali sampai 45 % perbandingannya.

“Itu kan menunjukan kita tidak dalam grade yang baik. Nah itulah yang maksud saya berlebihan dan ternyata tidak menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi atau anak secara nasional kan percuma duit dikeluarkan,” terang Menkes.

 BPJS Kesehatan

Karena itu, lanjut Menkes, harus ada upaya yang sifatnya lebih preventif, promotif, dan edukasi pada masyarakat. Menyiapkan sarana-sarana sehingga yang punya potensi untuk terjadi kematian bisa diturunkan.

“Kalau ada nanti kita akan pilah-pilah bersama Direktur Utama BPJS mana yang masih di bawah standar kita coba naikkan,” sambung Menkes.

Menkes mengingatkan, penduduk kita bukan hanya di Jakarta. Penduduk kita ini sampai Asmat, sampai ujung di Pulau Rote, sampai Sabang sana. Itu yang harus dilihat apakah perlu di sana itu didirikan pusat-pusat kesehatan lagi atau bagaimana, atau sistem rujukan, atau sistem telemedicine, atau bahkan menggunakan alat-alat canggih seperti drone dan sebagainya.

“Ya nanti kita lihat, kita evaluasi bersama, berdua ini,” tegas Menkes seraya menambahkan, yang paling penting adalah rakyat terlayani kesehatannya sesuai standar kesehatan yang sesuai dengan undang-undang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini