JAKARTA – Bercocok tanam adalah kegiatan yang positif. Selain dapat melakukan penanaman kembali pohon sehingga menghasilkan banyak oksigen, bercocok tanam juga akan membuat suasana menjadi asri.
Pepohonan atau tanaman memang menghasilkan okesigen pada siang hari sehingga menghasilkan keteduhan. Tapi tahukah kamu terdapat tanaman yang bisa menekan emisi gas rumah kaca.
Tanaman itu adalah babandotan. Babandotan adalah tanaman yang mampu menekan emisi gas rumah kaca sebesar 33,8%. Babandotan memang memiliki dampak lingkungan yang hebat loh!
Baca Juga: Ini Penampakan Janetes, Anggur Jenis Baru yang Namanya Mirip Cucu Jokowi
“Ternyata, tanaman ini punya dampak lingkungan yang luar biasa, lho,” tulis Kementerian Pertanian lewat akun Instagramnya @kementerianpertanian, seperti dikutip Jumat (22/11/2019).
Selain itu, Tanaman Babandotan juga dapat meningkatkan efisiensi pemupukan N.
Kementerian Pertanian juga membagikan cara untuk menggunakan Babandotan. Caranya adalah:
1. Menaburkannya pada permukaan laha sawah
2. Jumlah yang ditabur 10-2- kg/ha
3. Dilakukan bersamaan dengan waktu aplikasi pupuk N

Diharapkan dengan unggahan ini, para petani atau orang yang hobi bercocok tanam dapat melakukannya. Selain mengefisiensikan pemupukan N, dapat juga mengurangi emisi gas rumah kaca.
Sampai saat ini, unggahan Tanaman Babandotan sudah disukai sebanyak 2.545 dan 76 komentar. Berikut komentar-komentarnya:
Baca Juga: Mentan: Sudah Dialihfungsikan, Tetap Akan Dihitung Lahan Sawah
“Siap mengkaji ...,’ komen b*l*j*rt*ks*k*d*rb*c*t*l*s.
“Yaampun min, sering buat mainan nih dulu,ternyata ada manfaatnya.. Ku kira ini rumput" gitu 😂,” tulis *ny**.*nn.
“Nama ilmiahnya yaitu ageratum conyzoides,” komen h*r*_d*rh*m.
“Skripsi saya nih😅,” tulis akun t*m*m*l_*chy*r.
“Omg baru tau,” komen d**nz*hr*.h*.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.