nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Sampai Mendzalimi Karyawan hingga Depresi, Apalagi Bunuh Diri

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Minggu 24 November 2019 12:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 24 320 2133772 jangan-sampai-mendzalimi-karyawan-hingga-depresi-apalagi-bunuh-diri-Vi3BXhB4kn.jpg Bunuh Diri (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Ikatan Pilot Indonesia (IPI) dalam waktu dekat berencana audiensi dengan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.

"Audiensi ini terkait kontrak kerja Pilot yang dianggap diskriminatif, bahkan dalam kasus terakhir, menyebabkan seorang pilot bunuh diri," kata Anggota Komisi IX DPR RI Muchamad Nabil Haroen dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (24/11/2019).

Baca Juga: Keluarga Minta Kematian Kopilot Wings Air Tidak Jadi Konsumsi Publik

Kopilot Wings Air Nicolaus Anjar Aji Suryo bunuh diri hingga meregang nyawa yang ditemukan pada 18 November 2019. Ia diduga bunuh diri karena depresi kontrak kerja yang berstatus Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan denda Rp7,5 miliar dari perusahaan tempatnya bekerja selama ini.

Dari kasus inilah, Ikatan Pilot Indonesia memohon audensi dengan DPR RI untuk membahas UU Ketenagakerjaan. IPI meminta pihak-pihak terkait meninjau peraturan hukum, serta aturan terkait yang dinilai menyengsarakan pekerja.

Baca Juga: Kopilot Wings Air Ditemukan Tewas Bunuh Diri

"Atas nama anggota DPR RI Komisi IX, saya sangat menyesalkan kematian copilot Nicolaus Anjar Aji Suryo. Kematiannya membawa kabar buruk bagi ketenagakerjaan kita terutama sektor penerbangan," katanya.

 Bunuh Diri

Dia menambahkan, guna mendapatkan info ter-update terhadap kasus meninggalnya Kopilot Wings Air tersebut, Komisi IX akan mengagendakan audiensi dengan Ikatan Pilot Indonesia (IPI) guna didengarkan permasalahan sebenarnya.

Kasus meninggalnya Kopilot Wings Air akan dikaji dari UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, terutama dari sisi ketenagakerjaan berupa Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan perlindungan pekerja pada perusahaan penerbangan secara umum. Dan jika diperlukan, Komisi IX DPR RI juga akan memanggil pihak terkait lain untuk didengarkan masukannya.

"Sudah saatnya pemerintah Indonesia serius mengurus tenaga kerja, pola kerja, serta aturan hukumnya. Kita memasuki era revolusi 4.0, juga society 5.0, yang mendorong Sumber Daya Manusia sebagai instrumen penting, di samping inovasi digital dan artificial intelligence. Kita perlu mendorong peningkatan kualitas SDM, beserta kompetensi/skill, kesejahteraan dan keamanan berkerja," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini