nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Operasi Pasar, Kemendag Temukan Harga Gula Naik karena Konsinyasi

CDB Yudistira, Jurnalis · Selasa 26 November 2019 11:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 26 320 2134514 operasi-pasar-kemendag-temukan-harga-gula-naik-karena-konsinyasi-SWTsVf4oqx.jpg Gula (Reuters)

BANDUNG - Kementrian Perdagangan (Kemendag) lakukan pemantauan harga pangan di pasaran. Pasar Kiaracondong, Kota Bandung menjadi titik pengecekan Kemendag pada hari ini.

Sekjen Kemendag Oke Nurwan mengatakan pengecekan tersebut dilakukan karena berkaitan menyambut Natal dan tahun baru (Nataru). Dari pemantauan, harga gula pasir mulai naik.

 Baca juga: Kapan Indonesia Bisa Swasembada Gula?

Harga gula pasir yang seharusnya sekitar Rp12.500 per kg dijual dengan harga Rp13.000 per kg. Kenaikan tersebut, dikarenakan para penjual menggunakan sistem konsinyasi. Di mana, para penjualan mengambil terlebih dahulu barang untuk dijual kepada konsumen.

 Gula

"Mereka (penjual) membeli dengan harga yang mengharuskan menjual di harga eceran tertinggi," kata dia, ujarnya, Bandung, Selasa (26/11/2019).

 Baca juga: Menko Darmin Evaluasi Produksi Gula di Musim Kemarau

Dengan adanya kenaikan itu Kemendag akan meminta Bulog untuk memasok gula kepada para pedagang di pasar. Pihak Bulog pun telah menyanggupi untuk memasok gula dengan harga rendah sehingga dapat dijual di kisaran Rp 12 ribu per kilogram.

"Sehingga ketika mereka mendapat dengan harga itu, mereka sanggup menjual dengan Rp 12 ribu sehingga harga eceran tertinggi Rp12.500, bisa terkendalikan lah," kata Oke.

 Baca juga: Insentif Investasi Industri Gula Perlu Ekosistem Teknologi

Sementara itu pengecekan stok bahan pangan lainnya seperti beras, dikatakannya masih cukup aman. Bulog memiliki stok hingga beberapa bulan ke depan.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini