nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BRI Bidik Pertumbuhan Laba 11% pada 2020

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 27 November 2019 13:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 27 278 2134999 bri-bidik-pertumbuhan-laba-11-pada-2020-7cAVVPZiAB.jpg Laba Bersih BRI (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI optimistis kinerja keuangan bisa tumbuh doubel digit di tahun 2020, meski kondisi ekonomi global tengah mengalami pelemahan.

Tahun depan perusahaan pelat merah ini menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 10%-11%. Target tersebut meningkat dari prognosa laba bersih di tahun 2019 yang sebesar 8%-9%.

Baca Juga: BRI Setor Rp22,6 Triliun ke Kantong Negara

Direktur Utama BRI Sunarso menyatakan, kinerja itu akan didorong pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 10%-11% di tahun 2020. Naik dari prognosa di tahun 2019 yang sebesar 9%-10%.

"Kredit meski faktanya industri saat ini masih tumbuh di bawah 10%, tapi BRI mampu tumbuh 10% (hingga akhir September 2019). Oleh sebab itu kami tahun depan targetkan bisa tumbuh 10%-11%," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Rabu (27/11/2019)

Baca Juga: BRI Buka Peluang Investasi di Traveloka

Sejalan dengan pertumbuhan kredit, BRI menargetkan penurunan rasio kredit macet (non performing loan/NPL) di tahun depan menjadi sebesar 2,4%-2,5%. Lebih rendah dari perkiraan NPL di tahun 2019 yang sebesar 2,5%-2,65%.

 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin

Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) ditargetkan bisa tumbuh 10%-11% di tahun depan, proyeksi ini tak berubah dari prognosa di 2019. Sementara, ditargetkan aset perseroan bisa tumbuh 9%-10% di tahun 2020, tak berubah dari prognosa di tahun ini.

Menurut Sunarso rencana bisnis itu sudah memperhitungkan asumsi makro yang di tahun 2020 berdasarkan perhitungan BRI. Mengingat tahun depan kondisi ekonomi masih dipengaruhi sejumlah gejolak, mulai dari perang dagang antara Amerika Serikat dan China, harga komoditas, hingga likuditas perbankan.

"Kami perhitungkan sejumlah risiko ekonomi global yakni perang dagang, tren penurunan suku bunga yang masih berlanjut, harga komoditas yang masih lemah, juga terkait likuditas perbankan yang masih ketat," katanya.

 Nilai Tukar Rupiah Masih Menguat 24 Poin di Level Rp14.052

Sekadar diketahui, hingga kuartal III-2019 BRI telah membukukan laba bersih sebesar Rp24,80 triliun. Realiasi tersebut tumbuh 5,36% secara tahunan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp23,5 triliun.

Kemudian penyaluran kredit mencapai Rp903,14 triliun atau tumbuh 11,65%. Lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 8,59%, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Agustus 2019.

BRI Salurkan Bansos Rp22 Triliun

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI telah melakukan penyaluran bantuan sosial (bansos) sebesar Rp22,03 triliun hingga akhir Oktober 2019. Bansos itu berasal dari tiga program pemerintah yakni Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan, secara rinici penyaluran bansos melalui BRI terdiri dari PKH sebesar Rp13,3 trilun kepada 3,8 juta keluarga penerima manfaat. Kemudian dari BPNT sebesar Rp3,6 triliun ke sebanyak 5,09 juta keluarga, juga KIP sebanyak Rp 5,13 triliun pada 10,9 juta siswa.

"Sehingga jika diakumulasikan menjadi sekitar Rp22 triliun," ujar Sunarso.

Menurutnya, bank berpelat merah itu akan terus berpartisipasi menyalurkan bantuan sosial secara nontunai tersebut. Sehingga dapat mendukung Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yang bertujuan agar bantuan yang disalurkan menjadi tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.

Sekadar diketahui, BRI tercatat membukukan laba bersih sebesar Rp24,80 triliun hingga kuartal III-2019. Realiasi tersebut tumbuh 5,36% secara tahunan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp23,5 triliun.

Kemudian penyaluran kredit mencapai Rp903,14 triliun atau tumbuh 11,65%. Lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 8,59%, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Agustus 2019.

Aset BRI juga tercatat mencapai Rp1.305,67 triliun atau tumbuh 10,34% secara tahunan. Serta untuk rasio perbankan lainnya, LDR BRI tercatat 94,15% dan CAR 21,89%.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini