nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Industri Kecantikan Semakin Menguntungkan, Simak 4 Tips Agar Berhasil

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Sabtu 30 November 2019 19:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 27 320 2135099 industri-kecantikan-semakin-menguntungkan-simak-4-tips-agar-berhasil-5JJ4zWjztK.jpg Industri Kosmetik. (Foto: Okezone.com/Healthtap)

JAKARTA - Saat ini, industri kecantikan sedang mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dari sebelumnya. Menurut laporan terbaru, industri kecantikan memiliki nilai kekayaan sebesar sekitar USD532 miliar atau sekitar Rp7,501,146,800,000,000 (kurs Rp14.085 per USD).

Lebih-lebih, kini peningkatan jumlah beauty vlogger yang sering menyebarkan video-video tutorial dan memamerkan lipstik favorit mereka di Youtube dan Instagram telah merubah cara konsumen untuk mencari tahu produk baru. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan kosmetik yang mulai menghindari iklan tradisional. Kini, mereka lebih memilih untuk memanfaatkan para influencer.

Baca Juga: Wujudkan Mimpi BJ Habibie, Kepala BRIN Ingin Jadikan RI Negara Industri

Pada saat yang sama, platform sosial telah berevolusi menjadi lebih memanjakan konsumen karena memungkinkan mereka untuk membeli barang yang mereka lihat di aplikasi. Contohnya adalah fitur-fitur seperti Instagram Shopping dan Pin milik Pinterest. Jika konsumen melihat item yang mereka sukai, mereka dapat mengkliknya untuk mempelajari lebih lanjut dan kemudian melakukan pembelian.

Dilansir dari Business Insider Singapore, Sabtu (30/11/2019), ada beberapa tren kecantikan yang sedang berkembang yang akan membantu industri terus tumbuh. Berikut adalah empat faktor utama yang dapat memajukan industri kecantikan:

1. Mulai bereksperimen dengan menghadirkan produk kecantikan

Bermacam-macam produk kecantikan H&M di Inggris meningkat sebesar 94,8% dari tahun 2018 hingga 2019. Pada saat yang sama, perusahaan e-commerce mewah seperti Net-a-Porter juga mulai menawarkan inventaris kecantikan yang lebih luas, yang meningkat sebesar 26% pada periode yang sama.

Kecantikan

Sementara itu, Lululemon baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka terjun pertama kali ke perawatan pribadi dengan koleksi produk "perawatan diri" semua gender, termasuk sampo, deodoran, dan lip balm.

"Semua merek menyadari bahwa ketika disadap dengan baik, sektor kecantikan dapat menjadi sektor yang menguntungkan," tulis para analis dalam laporan tersebut.

2. Penentuan harga membantu mencapai demografi baru

Karena semakin banyaknya pengecer mulai meluncurkan merek kecantikan mereka sendiri, maka mereka bisa mengendalikan harga agar lebih menarik bagi demografi pembeli yang spesifik. Akibatnya, banyak yang menawarkan berbagai titik harga: Misalnya, H&M mulai membanderol tisu basah sekitar USD2 hingga USD45 untuk tas makeup kulit.

Baca Juga: Kalah dari Malaysia, RI Tingkatkan Jumlah Industri Kaca Lokal

Ke depannya, para perusahaan akan mendapat manfaat menjadi semakin pintar tentang apa yang diinginkan oleh pembeli milenial dan Gen Z ketika datang ke perusahaan.

"Industri kecantikan menjadi semakin didominasi oleh kaum milenial yang rela menghabiskan untuk produk-produk berkualitas baik dan pengetahuan ini digunakan dengan harga yang ditargetkan," tulis para analis.

3. Meningkatkan transparansi

Merek-merek kecantikan mulai mengambil satu halaman dari buku pedoman perusahaan pakaian seperti Everlane, yang telah mendapatkan dukungan untuk model "Transparansi Radikal" yang mencantumkan sumber dan asal bahan dan biaya pembuatan yang sebenarnya.

Laporan mencatat bahwa startup dan perusahaan langsung-ke-konsumen memiliki keuntungan karena kemampuan mereka lebih mudah bereksperimen dengan model transparan. Anggota Beauty Pie menerima rincian harga penuh dari setiap produk, serta harga yang lebih rendah sebagai akibat dari memotong perantara.

4. Alternatif keberlanjutan

Gerakan kecantikan yang bersih terus mendapatkan daya tarik, karena semakin banyak pembeli mencari produk yang bebas dari racun dan bahan berbahaya lainnya. Kini, merek lebih berhati-hati tentang apa yang mereka gunakan dalam formula mereka dan banyak yang memperkenalkan fitur seperti kemasan daur ulang untuk pertama kalinya.

"Keberlanjutan menjadi semakin penting bagi pelanggan yang berpikiran transparan yang ingin tahu dari mana produk kami berasal dan bagaimana mereka dibuat," kata para analis dalam laporan tersebut.

"Para raksasa kecantikan tidak lagi dapat melepaskan diri dari klaim yang tidak berdasar seperti yang pernah mereka lakukan, dan merek-merek melakukan penelitian mereka dengan benar sehubungan dengan pelanggan mereka yang bijaksana," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini