nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ma'ruf Amin: Indonesia Jangan Cuma Jadi Tukang Stempel Produk Halal

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 27 November 2019 17:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 27 320 2135144 ma-ruf-amin-indonesia-jangan-cuma-jadi-tukang-stempel-produk-halal-iKxSsuuatq.jpg Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Foto: Okezone.com)

KOTA MALANG - Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Ma'ruf Amin mengimbau Indonesia jangan hanya menjadi tukang stempel produk-produk halal dunia, namun harus mampu menjadi produsen utama produk halal dunia.

Hal ini disampaikan dalam Internasional Halal and Thayyib Conference 2019, Rabu (27/11/2019) di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya Malang.

Baca Juga: Wapres Ma'ruf Amin Sebut Indonesia Belum Mampu Ekspor Produk Halal

"Sebagai negara dengan mayoritas muslim pada tahun 2018 lalu, total belanja produk halal Indonesia hanya mencapai USD214 miliar atau 10% dari total produk halal dunia," jelasnya.

Wapres Maruf Amin

Ini disebut Ma'ruf Amin begitu miris melihat perkembangan Brasil dan Australia yang notabene penduduknya mayoritas tidak beragama islam justru menjadi negara dengan eksportir produk halal terbesar di dunia.

"Saya akan lebih merasa bahagia jika produk halal yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia diproduki dan dihasilkan oleh Indonesia dan kita bisa jadi eksportir produk halal untuk pasar halal dunia," katanya.

Baca Juga: Bukan Lagi MUI, Ini Fakta soal Sertifikasi Halal Dialihkan ke BPJPH

Sementara itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur telah mengembangkan dua pasar halal di dua kota yakni Sidoarjo dan Malang.

"Kami sedang mengembangkan dua pasar halal di Sidoarjo dan Malang. Selain itu Pemprov Jatim juga menggiatkan Juru Sembelih Halal atau Juleha tidak hanya bagi Rumah Potong Hewan (RPH) tapi juga pada penjual daging di pasar tradisional jadi tidak hanya dagingnya yang halal tapi proses penyembelihannya juga halal," terang Khofifah.

Demi mewujudkan itu, Pemprov telah bersinergi dengan dua perguruan tinggi di Jawa Timur yakni Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Airlangga (Unair)

"Kami mohon akan bersinergi UB dan Unair antara lain, mudah-mudahan ikhtiar ini jadi penguatan agar produk-produk halal bisa semakin banyak di Jawa Timur," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini