Setelah kehilangan ayahnya, Ciputra menjadi tulang punggung keluarga. Sejak kecil, Pak Ciputra sudah menunjukkan ketertarikannya terhadap dunia bisnis, arsitektur dan seni, yang tercermin dari intuisinya dalam merenovasi sebuah bangunan gudang. Ciputra muda penuh semangat dan hasrat mengejar pendidikan jurusan arsitek sampai ke kota Bandung. Setelah lulus dari dari Institut Teknologi Bandung tahun 1960, beliau resmi menyandang gelar Insiyur.
Sebuah gelar yang bergengsi dan profesi yang menjanjikan di masa itu. Sepanjang karirnya bekerja, beliau dikenal sebagai seorang pelopor bidang usaha properti di Indonesia. Kemampuannya teruji sukses merintis dan membesarkan tiga grup korporasi yakni Grup Jaya, Grup Metropolitan, dan Grup Ciputra.
(Feby Novalius)