nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wanita Jadi Ibu Sekaligus CEO, Apa Mungkin?

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Jum'at 29 November 2019 21:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 29 320 2136108 wanita-jadi-ibu-sekaligus-ceo-apa-mungkin-yfL0czGd70.jpg CEO (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Sama seperti banyak ibu pada umumnya yang bekerja, Eileen McDonnell mencoba membatasi perjalanan dinas dan acara setelah jam kerja. Apalagi, Dia merasa bersalah ketika harus melewatkan acara di sekolah putrinya.

Namun, bedanya McDonnell adalah CEO perusahaan Fortune 1000. Terlebih, Dia menjalani jabatan tersebut sebagai orang tua tunggal. Sebab, McDonnell memilih untuk mengadopsi putrinya Claire dari Rusia di usianya yang sudah menyentuh 40-an.

Baca Juga: Mau Sukses Freelance? Ikuti 5 Cara Ini!

Meski demikian, McDonnell tidak dengan mudah memutuskan untuk menjadi orang tua tunggal. Dia pertama kali serius memikirkan ide itu ketika dia menjadi presiden di New England Financial, yang saat itu merupakan anak perusahaan MetLife.

"Aku telah melakukan banyak pencarian jati diri tentang bagaimana Aku akan menjadi seorang ibu," kata McDonnell dilansir dari CNN.

Sepanjang hidupnya, Dia selalu dikelilingi anak-anak. Contohnya adalah sebagai salah satu dari enam saudara kandung, dan kemudian sebagai orang dewasa dengan semua keponakannya. Tetapi hingga pada usia 40-an McDonnell tak kunjung memiliki anak.

karier

"Sampai saat itu belum pernah terjadi pada saya. Saya menyadari bahwa saya memiliki kapasitas untuk mencintai seorang anak dan itu akan melengkapi saya sebagai pribadi," tuturnya.

Begitu McDonnell tahu Dia diizinkan untuk mengadopsi bayi dari Rusia, Dia memilih untuk menanggalkan pekerjaannya di New England Financial.

"Saya pikir itu adalah hal terbaik bagi perusahaan dengan keluarnya Saya. Saya tidak berpikir Saya bisa melakukan yang terbaik sebagai seorang ibu dan sebagai seorang eksekutif yang hanya berkaki dua. Jadi, Saya melangkah keluar dari perusahaan," ungkap McDonnell.

Kejadian itu terjadi pada tahun 2005. Tetapi kemudian adopsi itu ditunda hingga Maret 2006. Pada saat itu, McDonnell telah memutuskan Dia tidak ingin kembali ke ketidakfleksibelan kehidupan perusahaan dan telah memulai bisnis konsultasi sendiri sebagai pelatih eksekutif. Selain itu, Dia juga mengajar kursus kepemimpinan online untuk American College of Financial Services.

Setelah kembali dari Rusia bersama Claire, yang saat itu masih berusia satu setengah tahun, Dia mengabdikan beberapa bulan ke depan untuk berada di rumah bersama putri barunya sebelum melanjutkan pekerjaan konsultasi.

Selama Dia mengabdi, seorang perekrut meminta McDonnell untuk merekomendasikan orang-orang yang akan menjadi kandidat yang baik untuk peran Chief Marketing Officer (CFO) di Penn Mutual. Hebatnya, tiga dari rekomendasinya menjadi finalis untuk pekerjaan itu. Sontak, CEO Penn Mutual saat itu langsung meminta untuk bertemu dengan McDonnell setelah mengetahui bahwa Dia yang menyarankannya.

Baca Juga: 10 Pekerjaan yang Cocok untuk Pensiunan Militer

Kemudian, McDonnell melihat pertemuan itu sebagai peluang untuk memasarkan layanan konsultasinya. CEO menawarinya pekerjaan CMO, ditambah dengan kemungkinan menggantikannya sebagai CEO jika semuanya berjalan dengan baik.

Ternyata, Penn Mutual menawarkan lingkungan kerja yang fleksibel. Dan McDonnell senang melihat perusahaan memiliki wanita untuk jabatan yang senior. Sebab, seperti yang dikatakan McDonnell di sebuah konferensi bulan lalu, seringkali wanita dihentikan secara tiba-tiba.

Dalam wawancara dengan anggota dewan, McDonnell menekankan bahwa Dia juga akan membutuhkan fleksibilitas. "Saya sudah jelas akan memberikan segalanya pada mereka, tetapi jika itu akan menjadi masalah bahwa Saya mungkin harus keluar untuk menghadiri acara di sekolah anak Saya, Saya bukan orang yang tepat untuk pekerjaan itu," kenangnya.

karier

Untungnya, para pejabat tidak memiliki masalah dengan persyaratannya. Jadi, McDonnell mengambil pekerjaan itu pada tahun 2008. "Saya merasa Saya bisa menjadi ibu yang Saya inginkan dan menjadi eksekutif yang sukses dan secara positif mempengaruhi perusahaan," ujar McDonnell pede.

Dia kemudian dipromosikan menjadi presiden pada 2010, menjadi CEO pada 2011, dan menjadi Chairman pada 2013. Dia juga mempromosikan Susan Deakins, seorang ibu dari tiga anak, ke dalam peran CFO, menjadikan mereka salah satu duo CEO/CFO wanita yang sangat langka di antara perusahaan-perusahaan Fortune 1000.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini