Share

Jadi Bos Baru Inalum, Sederet Pengalaman Orias Petrus Moedak di Industri Tambang

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 02 Desember 2019 07:05 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 01 320 2136593 jadi-bos-baru-inalum-sederet-pengalaman-orias-petrus-moedak-di-industri-tambang-G23askaDgA.jpg Dirut Inalum Orias Petrus Moedak. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara menunjuk Orias Petrus Moedak sebagai Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) alias MIND ID (holding BUMN Tambang). Penunjukan ini setelah kursi pimpinan Inalum sebelumnya, Budi Gunadi Sadikin diangkat menjadi Wakil Menteri BUMN.

Okezone merangkum mengenai fakta-fakta menarik Dirut baru Inalum Orias Petrus Moedak, Minggu (12/2/2019):

1. Orias Petrus Bos Baru Inalum

Teka-teki posisi Direktur Utama (Dirut) PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) alias MIND ID (holding tambang) terjawab sudah.

Baca Juga: Jadi Dirut Inalum, Intip Profil Orias Petrus Moedak

Adalah Orias Petrus Moedak akan mengisi jabatan Direktur Utama Holding Tambang menggantikan Budi Gunadi Sadikin yang ditunjuk sebagai Wakil Menteri BUMN oleh Presiden Joko Widodo.

Penunjukan Orias sebagai Bos Holding Tambang ini ditunjuk lewat proses Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari ini. Setelah ditunjuk dilanjutkan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo.

Pertambangan

2. Dari Dirkeu Jadi Dirut

Orias adalah Direktur Keuangan Inalum, sekaligus menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Freeport Indonesia sebelum ditarik memegang jabatan Wapresdir Freeport Indonesia.

Baca Juga: Tugas Orias Petrus Jadi Dirut Holding Tambang, Selesaikan Divestasi Vale

3. Bukan Wajah Lama di Industri Tambang

Sebelum di Inalum, lalu Freeport, kemudian balik lagi ke Inalum, Orias adalah Direktur Keuangan Bukit Asam periode 2017-2018 atau setahun. Orias juga pernah menjadi orang nomor satu atau dirut di PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III yang merupakan BUMN pelabuhan yang berbasis di Surabaya, periode 2016-2017.

4. Bereskan Divestasi Vale

Orias punya tugas berat dari Menteri BUMN Erick Thohir. Salah satunya menyelesaikan divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

“Saya diminta untuk menjalankan RKAP 2019 yang sudah ditetapkan, termasuk transaksi Vale yang sudah hampir setahun,” katanya.

5. Pesan Menteri Erick

“Pak Budi Sadikin telah meletakkan pondasi holding industri pertambangan dan membangunsinergi antar anggota holding dengan baik. Saya harap Pak Orias dapat melanjutkan tongkat estafet dan mengejar target-target yang harus dicapai, khususnya terkait hilirisasi bahan tambang dan membangun perusahaan industri pertambangan kelas dunia,” jelas Menteri Erick.

6. Jejak Karier Orias

52 tahun yang lalu, atau lebih tepatnya pada 26 Agustus 1967, Orias Petrus Moedak lahir di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kemudian, pada tahun 1986, Orias memulai dunia perkuliahannya di Universitas Padjajaran Bandung.

4 tahun berselang, Dia berhasil lulus dari Unpad dengan status Sarjana Akuntansi. Setelah lulus kuliah, Orias langsung bekerja sebagai Senior Auditor di Ernst & Young pada 1991-1994.

Lalu, Orias pindah ke Bahana Securities pada 1994. Di sana, Dia bertahan selama 7 tahun dan menjabat sebagai Director Corporate Finance.

Pada 2001, di tahun inilah karir Orias mulai melonjak. Bagaimana tidak, Dia menjabat sebagai Komisioner di Sarana Jabar Ventura, Sarana Sumut Ventura, Sarana Sulsel Ventura, dan sekaligus menjabat sebagai Direktur di Bahana Artha Ventura. Tidak hanya itu, di tahun yang sama Orias juga menduduki posisi Presiden Komisioner di Mitra Ventura Indonesia.

Setelah itu, Orias mencoba peruntungannya sebagai Managing Director di PT Danareksa Sekuritas selama 5 tahun hingga 2008. Akhirnya, Dia dipercaya menjadi Direktur Keuangan di PT Pelabuhan Indonesia II pada 2014.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini