nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani: Saya Jengkel Masih Ada Korupsi di Ditjen Pajak

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 03 Desember 2019 11:49 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 03 20 2137302 sri-mulyani-saya-jengkel-masih-ada-korupsi-di-ditjen-pajak-L9oXiJYjUV.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku sangat jengkel karena masih ada pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang didapatkan melakukan tindakan koruptif. Selain merugikan negara, hal itu juga merusak seluruh citra Ditjen pajak.

Hal itu diungkapkan Sri Mulyani pada ratusan pegawai Ditjen Pajak saat memberi pidato dalam acara peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia).

Baca Juga: Tarik Pajak Netflix hingga Google, Sri Mulyani Tunggu Omnibus Law

"Jadi dalam konteks sekarang sedang bersihkan birokrasi untuk semakin bersih, kita lihat beberapa failed. Ada di KPP (Kantor Pelayanan Pajak) yang masih terjadi korupsi," ungkapnya di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Dia menjelaskan, ada dua kasus yang dinilai sangat ekstrem pernah terjadi di Ditjen Pajak, yakni terdapat petugas pemeriksa wajib pajak atau Account Representative (AR) yang melakukan tindak korupsi dan kepala kantor pajak yang malah berperan sebagai mafia pajak.

sri mulyani

"Kita punya dua ekstrem case dan saya jengkel soal itu," tegasnya.

Oleh sebab itu, dirinya menekankan untuk memberikan sanksi paling berat guna membuat jera perilaku koruptif yakni dengan pemecatan. Sayangnya, untuk bisa melakukan pemecatan langsung membutuhkan proses yang panjang berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Megeri Sipil.

"Jadi kalau dibilang PP 53 halangi kita, cari cara lain saja. Kalau Bu Irjen dan Pak Sekjen datang menyampaikan ke meja saya (soal tindakan pemecatan pegawai yang koruptif) itu sudah berapa lama prosesnya. Saya di situ sudah jengkel itu," ungkapnya.

Baca Juga: Google Didenda Rp24 Triliun karena Blokir Iklan Pesaing

Korupsi yang masih dilakukan pegawai Ditjen Pajak, lanjut Sri Mulyani, pada akhirnya merusak citra institusi tersebut. Padahal yang melakukan tindakan koruptif hanyalah segelintir oknum pegawai, tapi imbasnya terasa pada seluruh pegawai yang bahkan kerja dengan integritas.

"Itu bagian dari betul-betul menyakitkan kita. Karena nila-nila setitik itulah membuat kita disaksikan masyarakat 'oh kalau pajak memang identik begitu dari dulu, itu terjadi di semua KPP'. Kan kesel. Padahal 349 KPP kerja benar hanya karena satu semua persepsi jadi begitu. Saya selalu kesel banget soal itu," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini