nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Menguat Tipis Menanti Kesepakatan AS-China Sebelum 15 Desember

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 06 Desember 2019 07:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 06 278 2138586 wall-street-menguat-tipis-menanti-kesepakatan-as-china-sebelum-15-desember-79DoDvpSgr.jpg Wall Street Menguat Tipis (Foto: Reuters)

NEW YORK - Wall Street menguat tipis pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat karena investor menunggu berita konkret tentang kesepakatan perdagangan Amerika Serikat dan China sebelum putaran tarif baru yang dijadwalkan akan dimulai pada 15 Desember.

Melansir Reuters, Jakarta, Jumat (6/12/2019), indeka Dow Jones Industrial Average naik 28,01 poin atau 0,1% menjadi 27.677,79, indeks S&P 500 naik 4,67 poin atau 0,15% menjadi 3.117,43 dan indeks Nasdaq Composite naik 4,03 poin atau 0,05% menjadi 8.570,70.

Baca Juga: Sinyal Kesepakatan Perdagangan AS-China Menguat, Wall Street Dibuka Naik

Saham-saham sektor teknologi memimpin ketiga indeks utama saham AS sedikit ke posisi hitam, menyusul pernyataan optimis dari Presiden Donald Trump dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin bahwa negosiasi perdagangan AS-China di jalur dan berjalan dengan baik.

Sebelumnya, pasar telah digerogoti dalam beberapa hari terakhir oleh laporan yang saling bertentangan tentang apakah AS-China akan dapat mencapai kesepakatan perdagangan fase satu sebelum 15 Desember, ketika babak baru tarif impor China diperkirakan akan berlaku.

"Investor sedang mencoba untuk mengkalibrasi hal-hal tersebt," kata managing partner di Keator Group Matthew Keator.

Baca Juga: Wall Street Bangkit Lagi berkat Trump

"Pasar akan beralih naik dan turun sampai kita melihat apa yang terjadi pada 15 Desember untuk mendapatkan semacam kejelasan dalam hal bagaimana bergerak maju dalam waktu dekat," katanya.

Pelaku pasar tampak mengabaikan drama yang sedang berlangsung di Washington saat Dewan Perwakilan AS bersiap untuk menyusun artikel tentang pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump.

"Pasar menjadi sedikit peka terhadap keberpihakan yang sedang terjadi," kata Keator, sambil menambahkan bahwa "ketidakpastian bukanlah sesuatu yang dinikmati pasar," ujarnya.

 Ilustrasi wall street

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini