nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BUMN yang Sumbang Laba Cuma 15, Berikut Faktanya

Vania Halim, Jurnalis · Senin 09 Desember 2019 09:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 08 320 2139392 bumn-yang-sumbang-laba-cuma-15-berikut-faktanya-JoOh0P2onn.jpg Kementerian BUMN. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan rapat kerja (raker) perdana dengan Komisi VI DPR RI pada hari ini. Erick ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk masuk dalam Kabinet Indonesia Maju di periode 2019-2024.

Pada pertemuan tersebut, Erick membahas kondisi terkini BUMN dari mulai yang rugi hingga yang masih menghasilkan laba. Dari 142 BUMN yang ada, hanya segelintir perusahaan pelat merah yang mendominasi pendapatan. Berikut fakatanya:

Baca Juga: Setelah Dirut, Erick Thohir Pecat 3 Direksi Garuda Indonesia

1.BUMN yang hasilkan laba cuma 15

Erick Thohir mengatakan pendapatan BUMN sampai saat ini mencapai kurang lebih Rp210 triliun. Namun dari 142 BUMN yang ada, hanya segelintir perusahaan pelat merah yang mendominasi pendapatan.

"Kalau kita lihat dari pendapatan yang bisa dihasilkan BUMN kurang lebih Rp210 triliun. Tapi 76% lebih banyak dari 15 perusahaan saja," ujar dia di Komisi VI DPR RI Jakarta.

Erick Thohir

Menurut dia, 15 perusahaan ini lebih banyak fokus di BUMN Perbankan, BUMN Telekomunikasi dan PT Pertamina (Persero). "Maka itu, 142 BUMN ini tentu menjadi unik untuk manage dan atur," ungkap dia.

Dia menilai, dengan keuangan yang seperti ini perlu diantisipasi dan dicari jalan keluarnya. Pasalnya tak selamanya 15 BUMN besar tersebut bisa terus menopang pendapatan BUMN.

"Apalagi dengan tantangan dunia usaha ke depan. Kita lihat kemajuan teknologi dengan e-payment dan digitalisasi lainnya," tutur dia.

2. BUMN rugi meski disuntik PMN

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, selama empat tahun terakhir menyuntikkan dana dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN), hingga tahun 2018 tetap terdapat 7 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kinerja keuangannya merugi.

Pemerintah memang tiap tahunnya mengalokasikan dana PNM dalam bentuk tunai maupun non tunai kepada beberapa BUMN yang membutuhkan pendanaan. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, tahun 2015 alokasi PNM sebesar Rp65,6 triliun, 2016 sebesar 51,9 triliun, 2017 sebesar Rp9,2 triliun, dan 2018 sebesar Rp3,6 triliun.

sri mulyani

"Pada tahun 2015 ada 33 BUMN yang menghasilkan laba, tapi 8 rugi. Tahun 2016 jumlahnya tetap, 2017 yang mendapat laba naik jadi 38 dan rugi turun ke 3. Tapi di 2018 turun lagi, yang laba jadi 34 dan rugi jadi 7," ungkap Sri Mulyani.

Ketujuh BUMN yang masih merugi itu adalah PT Dok Kodja Bahari (Persero), PT Sang Hyang Seri (Persero), PT PAL Indonesia (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Pertani (Persero), Perum Bulog dan PT Krakatau Steel (Persero).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini