Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekonomi Berat, Bank Mandiri Pangkas Target Pertumbuhan Kredit Jadi 10% di 2020

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Senin, 09 Desember 2019 |18:49 WIB
Ekonomi Berat, Bank Mandiri Pangkas Target Pertumbuhan Kredit Jadi 10% di 2020
RUPS Bank Mandiri. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menargetkan pertumbuhan kredit mencapai 9%-10% di 2020. Proyeksi ini lebih pesimistis dari yang disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI pada akhir November lalu sebesar 10%-11%.

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar menyatakan, target pertumbuhan penyaluran kredit di tahun depan tidak terlepas dari kondisi ekonomi global yang tengah bergejolak. Menurutnya, pelemahan ekonomi yang tengah terjadi sudah mencerminkan sulitnya untuk kredit tumbuh tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Jadi Dirut Mandiri, Apa Strategi Royke Tumilaar?

"Pertumbuhan kredit targetnya mencoba untuk tumbuh dekati 10%. Lihat ekonomi saat ini juga tahu diri, kami targetkan 9%-10%. Sudah enggak bisa seperti tahun-tahun sebelumnya yang tumbuh 14%-16%," ujarnya di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Grafik Ekonomi

Menurutnya, pertumbuhan kredit di tahun depan bakal ditopang segmen ritel atau konsumer. Memang rencananya bergeser dari segmen korporasi yang saat ini masih mendominasi penyaluran kredit.

"Kami akan coba cari keseimbangan marginnya yang bagus, risiko juga enggak terlalu tinggi, itu kita coba shifting kesana, supaya pertumbuhannya berkelanjutan ke depan. Kami lihat korporasi beberapa tahun terakhir cukup tinggi, nah kami akan coba membawa korporasi itu kolaborasi dengan ritel," paparnya.

Baca Juga: Jadi Bos Baru Bank Mandiri, Ini Profil Royke Tumilaar

Seiring dengan proyeksi kredit tahun depan, Royke juga mengaku berat untuk penyaluran kredit Bank Mandiri tumbuh dobel digit di tahun 2019. Menurutnya, kredit akan tumbuh dikisaran 9% hingga akhir tahun.

"Berusaha untuk capai 10%, tapi kayaknya berat, mungkin sekitar 9% is fine (sudah bagus)," tambahnya.

Pelemahan ekonomi diakuinya menekan kinerja korporasi sehingga penyaluran pembiayaan pun tersendat, lantaran korporasi juga kini banyak yang memilih untuk menahan ekspansi. Padahal kredit korporasi mengambil peran besar dalam penyaluran kredit Bank Mandiri.

"Korporasi sudah relatif berat growth-nya, kan lihat juga beberapa BUMN sedang konsolidasi, lagi ada perbaikan. Mau shifting ke swastanya juga masih wait and see, ini kan sulit," ungkap dia.

Sekedar informasi, hingga kuartal III-2019 bank plat merah itu mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 7,78% atau telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp841,9 triliun. Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan September 2018 yang mampu tumbuh sebesar 13,8%.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement