Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Emas Berjangka Stabil, Paladium Tembus Rekor Baru

Fakhri Rezy , Jurnalis-Selasa, 10 Desember 2019 |08:17 WIB
Harga Emas Berjangka Stabil, Paladium Tembus Rekor Baru
Emas (Shutterstock)
A
A
A

NEW YORK - Harga emas berjangka bergerak landai pada perdagangan awal pekan ini Senin (9/12/2019) waktu setempat. Namun, Palladium melonjak hingga menembus rekor baru.

Pergerakan tersebut dikarenakan adanya ketidakpastian atas perundingan perdagangan AS-Tiongkok menjadi pusat perhatian dari tenggat 15 Desember untuk tarif baru AS.

 Baca juga: Investor Wait and See, Harga Emas Berjangka Ditutup Menguat

Melansir Reuters, Jakarta, Selasa (10/12/2019), harga emas di pasar spot stabil di USD1.459,52 per ons. Sementara itu harga emas berjangka AS tak berubah di USD1.464,9 per ons.

 Emas

Namun, Paladium yang merupakan logam autocatalyst dalam pergerakannya tertinggi di USD1.898,5 per ons. Pada penutupannya paladium ditutup naik 0,3% ke USD1.883,29.

 Baca juga: Harga Emas Berjangka Melemah Imbas Investor Kembali ke Pasar Modal

"Palladium memiliki latar belakang fundamental yang sangat kuat pasokan ditetapkan untuk tetap sangat langka dan permintaan pertumbuhan ditetapkan meningkat," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Efek.

Palladium telah meningkat hampir 50% pada tahun 2019 karena pasokan yang berkelanjutan dan terus memecahkan rekor. Meskipun telah melemahnya sektor otomotif global. Regulasi emisi yang semakin ketat secara global meningkatkan paladium di autocatalysts untuk mobil bertenaga bensin dan 2020 dapat melihat jumlah regulasi terbanyak, Ghali menambahkan.

 Baca juga: Harga Emas Berjangka Stabil meski Perang Dagang Memanas

"Ada harapan luas bahwa (paladium) terlihat harga menuju $ 2.000 dan pasar lakukan saat ini tampaknya berada di jalan satu arah, "INTL FCStone, analis Rhona O'Connell berkata dalam sebuah catatan.

"Bahkan dengan sektor (otomatis) di bawah tekanan, paladium akan akan defisit untuk masa mendatang dan dana tersebut mengejar lebih tinggi," tambahnya.

Sementara itu, untuk emas sendiri masih terpengaruh akan penantian batas waktu tarif impor AS di 15 Desember. China mengatakan pada hari Senin pihaknya berharap untuk membuat kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat sesegera mungkin.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement