Geber Ekspor, Jokowi Minta Perjanjian Dagang Segera Diselesaikan

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 11 Desember 2019 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 11 320 2140682 geber-ekspor-jokowi-minta-perjanjian-dagang-segera-diselesaikan-KRIxrOsBza.jpg Jokowi soal Perjanjian Dagang (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan internasional. Hal tersebut diungkapkan oleh Jokowi saat memimpin rapat terbatas (ratas) pada hari ini.

Baca Juga: 12 Perjanjian Dagang Ditargetkan Rampung Tahun Depan

Menurut Jokowi, penyelesaian perjanjian dagang ini dalam rangka mendorong angka ekspor. Saat ini Indonesia masih terjebak dalam defisit neraca perdagangan.

"Dalam rangka upaya peningkatan ekspor saya minta fokus beberapa hal. Saya ingatkan lagi mengenai percepatan negosiasi perjanjian-perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif atau CEPA terutama untuk negara-negara yang potensi," ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Baca Juga: Mendag: Kami Tuntaskan 15 Perjanjian Dagang dalam 3 Tahun

Jokowi juga meminta kepada para jajaran menterinya untuk aktif mencari pasar baru untuk ekspor. Termasuk juga dalam penyiapan produk produk yang nantinya akan diekspor

"Ini Pak Menteri Perdagangan, Bu Menteri Luar Negeri betul-betul, kalau perlu tiap hari kejar terus untuk negara-negara potensial yang jadi ekspor produk-produk kita yang kita belum memiliki perjanjian kemitraan," katanya.

Menurut Jokowi, ada beberapa perjanjian perdagangan yang bisa dipercepat. Misalnya perjanjian perdagangan dengan Australia, Uni Eropa, negara-negara ASEAN, anggota RCEP dan negara-negara Afrika harus dipercepat.

"Tim negosiasinya juga harus betul-betul kuat dan terus-menerus lakukan negosiasi sehingga peluang ekspor produk-produk dari negara kita, apa saja bisa masuk ke negara itu, ini yang harus kita petakan dan kita ajak para eksportir untuk memaksimalkan eksekusinya," kata Jokowi.

Jokowi menitipkan pesan untuk memangkas hal yang menghambat ekspor. Misalnya dari memangkas berbagai regulasi, pembenahan akses pembiayaan ekspor, peningkatan kualitas produk ekspor, dan penyiapan kawasan industri yang berorientasi ekspor yang betul-betul terintegrasi.

"Ini semuanya harus dimulai. Industri petrokimia ada di mana, industri TPT apparel ada di mana, industri nikel ada di mana, tentukan dan benar-benar terintegrasi sehingga efisien dan memiliki daya saing," kata Jokowi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini