Menurut Jokowi, ada beberapa perjanjian perdagangan yang bisa dipercepat. Misalnya perjanjian perdagangan dengan Australia, Uni Eropa, negara-negara ASEAN, anggota RCEP dan negara-negara Afrika harus dipercepat.
"Tim negosiasinya juga harus betul-betul kuat dan terus-menerus lakukan negosiasi sehingga peluang ekspor produk-produk dari negara kita, apa saja bisa masuk ke negara itu, ini yang harus kita petakan dan kita ajak para eksportir untuk memaksimalkan eksekusinya," kata Jokowi.
Jokowi menitipkan pesan untuk memangkas hal yang menghambat ekspor. Misalnya dari memangkas berbagai regulasi, pembenahan akses pembiayaan ekspor, peningkatan kualitas produk ekspor, dan penyiapan kawasan industri yang berorientasi ekspor yang betul-betul terintegrasi.
"Ini semuanya harus dimulai. Industri petrokimia ada di mana, industri TPT apparel ada di mana, industri nikel ada di mana, tentukan dan benar-benar terintegrasi sehingga efisien dan memiliki daya saing," kata Jokowi.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.