nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PPATK Incar Jadi Anggota Satgas Keuangan Anti-Pencucian Uang Dunia

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Jum'at 13 Desember 2019 14:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 13 20 2141503 ppatk-incar-jadi-anggota-satgas-keuangan-anti-pencucian-uang-dunia-ZCVra906pU.png PPATK (Foto: Ist)

JAKARTA - Menjelang penutupan tahun 2019, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melaporkan target-target kerja di tahun mendatang.

Baca Juga: PPATK Ingin Ada Pembatasan Transaksi dengan Uang Kartal

Salah satu target PPATK pada tahun 2020 adalah menjadi anggota penuh dari organisasi Financial Action Task Force atau FATF.

"Target tahun 2020 itu berusaha menjadi anggota dari FATF," kata Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin pada Konferensi Pers Refleksi Akhir Tahun PPATK 2019 di Gedung PPATK, Juanda, Jakarta, Kamis (13/12/2019).

Baca Juga: Kualitas Laporan Pihak Pelapor ke PPATK Harus Ditingkatkan

Kiagus mengungkapkan beberapa keuntungan yang akan diterima Indonesia bila menjadi anggota sepenuhnya dari FATF.

"Keuntungan bagi Indonesia kalau menjadi anggota tetap akan berpengaruh pada peningkatan integritas ekonomi. Sehingga masuknya investor akan meningkat, begitu juga dengan aktivitas ekonomi," papar Kiagus.

Sebagai informasi, Indonesia sudah dievaluasi pada September tahun ini. Kemudian pada Maret 2020 mendatang, tim asesor akan ke Indonesia untuk menilai secara langsung.

"Barulah hasilnya akan dibahas pada Oktober 2020," sambungnya.

Untuk menjadi anggota FATF, PPATK Indonesia harus memenuhi 40 rekomendasi atau syarat.

"FATF punya 40 rekomen. Salah satunya adalah tersedianya badan pencegah korupsi. Ada juga tersedianya badan anti narkoba dan kegiatan-kegiatan internasional," kata Kiagus.

Sebelumnya, Indonesia telah menjadi anggota tidak tetap dari FATF. "Sudah jadi anggota, tapi anggota observer," tutup Kepala PPATK.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini