nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Krakatau Steel-Lotte Akhirnya Selesaikan Masalah Tanah Mangkrak 3 Tahun

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 13 Desember 2019 19:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 13 320 2141695 krakatau-steel-lotte-akhirnya-selesaikan-masalah-tanah-mangkrak-3-tahun-qk3aEGD8lF.jpg Krakatau Steel dan Lotte (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan, persoalan lahan pada lokasi pembangunan pabrik kimia Lotte Chemical Indonesia di area milik PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) sudah rampung. Adapun persoalan ini sudah berlangsung selama 3 tahun.

Baca Juga: Fakta di Balik Proyek Krakatau Steel yang Dipaksakan Telan Kerugian Rp10 Triliun

Kesepakatan kedua belah pihak ditandai dengan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan oleh Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim, Presiden Direktur PT Krakatau Industrial Estate Cilegon Priyo Budianto, dan Direktur Utama PT Lotte Chemical Indonesia Kim Yong Ho.

"Persoalan lahan ini yakni Lotte mendirikan industrinya di atas HPL (hak pengelolaan) Krakatau Steel, dan ini sudah diselesaikan," kata Bahlil di Kantor BKPM, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Baca Juga: Krakatau Steel Kembali Ekspor Baja ke Australia

Lahan milik Krakatau Steel yang dimanfaatkan Lotte Chemical Indonesia seluas 60 hektare (ha). Nantinya diatas lahan itu dibangun pabrik kimia dengan nilai investasi sebesar USD4,2 miliar.

Perusahaan asal Korea Selatan itu akan mulai merealisasikan investasinya sebesar USD850 juta atau sekitar lebih dari Rp10 triliun pada Januari 2020 mendatang. Rencana produksi dimulai pada tahun 2023 dimana selama masa konstruksi membutuhkan 15.000 tenaga kerja dan masa produksi diperkirakan 1.500 tenaga kerja.

"Maka MoU ini yang akan jadi landasan hukum untuk penyelesaian masalah Lotte dan Krakatau Steel. Jadi ini akhir dari cerita yang tidak rugikan negara tapi juga tidak rugikan investornya, Lotte. Semua dapat untung," kata Bahlil.

Silmy menambahkan, persoalan lahan yang mangkrak selama 3 tahun itu dikarenakan adanya permainan mafia tanah dan tumpang tindih lahan. Hal itu terjadi pada bidang lahan seluas 10-12 ha di area Krakatau Steel.

"Jadi Lotte menggunakan lahannya sendiri dan lahan Krakatau Steel. (Lama selama 3 tahun) karena ada masalah di sekitar 10-12 ha lahan, lantaran mafia tanah dan juga tumpang tindih," ungkapnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini