nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Jawab Ribut Ekspor Benih Lobster, Bela Susi Pudjiastuti atau Edhy Prabowo?

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Selasa 17 Desember 2019 17:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 17 320 2143035 jokowi-jawab-ribut-ekspor-benih-lobster-bela-susi-pudjiastuti-atau-edhy-prabowo-XKfBcj4FhX.jpg Jokowi soal Ekspor Benih Lobster (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapan terkait polemik kebijakan untuk membuka kembali ekspor benih lobster oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Menurut Presiden, yang paling penting negara mendapatkan manfaat, nelayan mendapatkan manfaat dan lingkungan tidak rusak.

“Yang paling penting itu, nilai tambah ada di dalam negeri. Ekspor dan tidak ekspor hitungannya dari situ,” kata Presiden Jokowi seperti dilansir dari laman Setkab, Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Baca Juga: Ketika Susi Dapat WA Tarif Penyelundupan Benih Lobster

Presiden mengingatkan, agar keseimbangan antara faktor lingkungan serta nilai ekonomi harus terjaga. "Jangan nilai ekonominya saja tapi lingkungannya harus dipelihara. Keseimbangan antara itu yang penting," kata dia.

“Bukan hanya bilang jangan, ndak, mestinya keseimbangan itu yang diperlukan, jangan juga awur-awuran, semua ditangkapin diekspor itu juga enggak bener,” tegas Presiden.

Baca Juga: Komisi IV Tolak Edhy Prabowo Ekspor Benih Lobster

Presiden meyakini, para pakar tentunya mengetahui bagaimana tetap menjaga lingkungan agar benih lobster tidak diselundupkan, termasuk tidak diekspor secara awur-awuran. "Tapi juga nelayan mendapat manfaat dari sana, nilai tambah ada di negara kita," cetus dia.

Aliran Dana Rp900 Miliar

Sebelum ini Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan dana penyelundupan benih lobster ke luar negeri mencapai Rp900 miliar per tahun. Dana tersebut digunakan mendanai pengepul dalam negeri dan membeli benih tangkapan nelayan lokal.

“Dalam setahun, aliran dana dari luar negeri yang diduga untuk mendanai pengepul membeli benur tangkapan nelayan lokal mencapai Rp300 miliar hingga Rp900 miliar,” kata Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2019, di kantor PPATK.

Penyelundupan lobster ke luar negeri ini, menurut Badaruddin, menggunakan sindikat internasional. Ia mengemukakan, aliran dana sindikat di luar negeri ke pelaku Indonesia menggunakan perantara kegiatan usaha valuta asing atau money changer.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengingatkan selama ini langkah menyetop ekspor kenyataannya sepenuhnya tidak mampu membendung kasus-kasus penyelundupan benih ekspor. “Penyelundupan ada terus,” tegas Edhy di Yogyakarta, Minggu (16/12).

Dia menjelaskan, rencana untuk membuka kembali ekspor benih lobster adalah dalam rangka meningkatkan nilai keekonomian di masyarakat.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini