nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Utang Pemerintah Tembus Rp 4.814,31 Triliun pada November 2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 19 Desember 2019 16:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 19 20 2143877 utang-pemerintah-tembus-rp-4-814-31-triliun-pada-november-2019-45Pkn5IpfD.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat posisi utang pemerintah hingga akhir November 2019 mencapai Rp4.814,3 triliun. Angka tersebut setara dengan rasio utang 30,03% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Posisi utang saat ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan Oktober 2019 yang sebesar Rp4.756,1 triliun. Begitu pula dengan posisi di November 2018 yang mencapai Rp4.395,9 triliun.

Baca Juga: Utang Luar Negeri Naik 8,8% Jadi Rp5.567,5 Triliun pada Agustus 2019

Adapun hingga 30 November 2019, pemerintah telah merealisasikan pembiayaan utang sebesar Rp442.9 triliun. Angka tersebut mencapai 123,2% dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang sebesar Rp359,3 triliun.

"Realisasi dari sisi pembiayaan utang ini karena frontloading sehingga sampai akhir tahun sudah fully funded," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (19/12/2019).

sri mulyani

Secara rinci, posisi utang pemerintah yang sebesar Rp4.814,3 triliun berasal dari pinjaman maupun penerbitan Surat Berharga Negara (SBN). Pinjaman tercatat mencapai Rp770 triliun, terdiri dari pinjaman dalam negeri sebesar Rp8 triliun dan pinjaman luar negeri sebesar Rp761,9 triliun.

Pinjaman luar negeri itu jika dirinci berasal dari bilateral sebesar Rp300,8 triliun, multilateral Rp422,5 triliun, dan komersial Rp38,5 triliun.

Baca Juga: Ditanya soal Indonesia Darurat Utang, Sri Mulyani: Mahasiswa Harus Bisa Baca Data

Sedangkan dari penerbitan SBN tercatat sebesar Rp4.044,2 triliun. Terdiri dari penerbitan SBN denominasi Rupiah mencapai Rp2.978,7 triliun, berasal dari Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp2.446,4 triliun dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp537,2 triliun.

Sementara SBN dari denominasi valas tercatat sebesar Rp1.065,5 triliun, berasal dari SUN sebesar Rp851,1 triliun dan SBSN sebesar Rp214,3 triliun.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini