Lesu, BI Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Kredit 2019 Jadi 8%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 19 Desember 2019 20:41 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 19 320 2144004 lesu-bi-pangkas-proyeksi-pertumbuhan-kredit-2019-jadi-8-GH4kGCPH7t.jpg BI soal Pertumbuhan Kredit 2019 (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memangkas proyeksi pertumbuhan kredit perbankan menjadi 8% di tahun 2019. Hal ini didorong realiasi penyaluran kredit yang mengalami pelemahan.

BI mencatat pertumbuhan kredit perbankan sebesar 6,53% secara tahunan (year on year/yoy) pada Oktober 2019. Melambat dari pertumbuhan kredit di September 2019 yang sebesar 7,89%.

Baca Juga: Permintaan Kredit Korporasi Melambat, Begini Penjelasan Gubernur BI

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, perlambatan tersebut disebabkan permintaan kredit korporasi yang belum kuat. Di sisi lain, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) juga melemah menjadi 6,29% yoy pada Oktober 2019, padahal pada periode September 2019 tumbuh 7,47%.

"Dengan mempertimbangkan perkembangan tersebut, pertumbuhan kredit perbankan 2019 diprakirakan sekitar 8% dan ditopang oleh pertumbuhan DPK juga sekitar 8%," ujar Perry dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (19/12/2019).

Baca Juga: Rendahnya Suku Bunga Belum Mampu Dongkrak Pertumbuhan Kredit

Meski demikian, Perry meyakini pada tahun depan pertumbuhan kredit akan mencapai di kisaran 10%-12%, begitupula dengan DPK yang diperkirakan bisa tumbuh kisaran 8%-10%. Dia bilang, ini sejalan dengan prospek peningkatan pertumbuhan ekonomi.

 Gubernur BI

Menurutnya, saat ini transmisi pelonggaran kebijakan moneter tetap berjalan dengan kecukupan likuiditas perbankan yang terjaga. Likuiditas di pasar uang dan perbankan tetap memadai, tercermin pada rerata harian volume PUAB pada November 2019 tetap tinggi sebesar Rp17,96 triliun serta rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang tetap besar yakni 18,44% pada Oktober 2019.

"Transmisi suku bunga di pasar uang juuga berjalan cukup baik, tercemin pada penurunan suku bunga PUAB tenor 1 minggu sebesar 115 bps menjadi 5,03% dan suku bunga JIBOR tenor 1 minggu sebesar 119 bps menjadi 5,05% sejak Juli 2019," jelas dia.

Perry menyatakan, transmisi suku bunga perbankan terus berlanjut, meskipun belum optimal. Rerata tertimbang suku bunga deposito pada November 2019 tercatat 6,32%, turun 51 bps sejak akhir Juni 2019 sebelum suku bunga acuan mulai diturunkan di bulan Juli 2019.

Suku bunga kredit modal kerja juga turun 18 bps sejak Juni 2019 atau 32 bps sejak Januari 2019 menjadi 10,24% pada November 2019. Penurunan suku bunga perbankan juga diikuti oleh penurunan yield obligasi korporasi dan yield SBN 1 tahun masing-masing 73 bps dan 125 bps sejak Juli 2019.

Sementara itu, pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang beredar dalam arti luas (M2) pada Oktober 2019 bergerak sejalan dengan pola pertumbuhan ekonomi yakni masing-masing 6,63% (yoy) dan 6,34% (yoy).

"Ke depan BI akan terus memastikan kecukupan likuiditas dan meningkatkan efisiensi di pasar uang, serta memperkuat transmisi bauran kebijakan yang akomodatif," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini