Menteri Basuki hingga Sri Mulyani Kumpul di Rakornas Gerakan Nasional Revolusi Mental

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 21 Desember 2019 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 21 320 2144658 menteri-basuki-hingga-sri-mulyani-kumpul-di-rakornas-gerakan-nasional-revolusi-mental-jPFrodqjYV.jpeg Gerakan Revolusi Mental (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), menggelar Rakornas Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) dan pemberian anugerah revolusi mental 2019 di Auditorium BJ Habibie Gedung BPPT Thamrin, Jakarta.

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Baca juga: Kementerian PUPR Jadi yang Pertama Pindah ke Ibu Kota Baru

Hadir juga Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Menteri Agama Fachrul Razi hingga Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto.

Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan bahwa Gerakan Nasional Revolusi Mental merupakan gerakan berpindah dari yang tidak baik menjadi baik. Untuk itu, gerakan ini harus didorong agar menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat.

 PMK

"Perlu saya tegaskan revolusi mental hanyalah tema, intinya adalah perubahan dari yang tidak baik menjadi baik yang masif sifatnya. Jadi di daerah-daerah diharapkan dapat melakukan gerakan-gerakan perubahan dari tidak baik menjadi baik," ujar dia, Sabtu (21/12/2019).

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, indeks capaian revolusi mental (ICRM) disusun atas lima dimensi dan 31 indikator.

Baca juga: Nge-vlog di Sungai Musi, Menhub: Konektivitas Logistik Harus Terjaga

"Dimensi yang dicakup gerakan Indonesia melayani, gerakan Indonesia bersih, gerakan Indonesia tertib dan gerakan Indonesia bersatu," kata dia.

Pemerintah saat ini pun telah sepakat Revolusi Mental menjadi prioritas Nasional (PN4) dalam rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang dijabarkan lebih lanjut dalam Kegiatan Prioritas (KP) dan Program Prioritas Nasional (ProPN).

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini